Pantun Bahasa Daerah Palembang dan Sekitarnya

Daftar Isi [Tampil]
Pantun Bahasa Daerah Palembang


Sebenarnya bahasa Palembang itu simpel. Kebanyakan kosa kata dalam bahasa palembang di akhiri dengan vokal o. Jika bahasa Indonesianya "Apa" maka di Palembang akan menjadi "Apo".

Namun, ada beberapa yang struktur hurufnya berubah seperti mau jadi "nak". Kalau mau kemana? Jadi, "Nak kemano?"

Baca juga:
$ads={1}

Indonesia memang kaya dengan berbagai perbedaannya, mulai dari suku, bahasa, budaya, makanan, adat istiadat dan banyak lagi.

Kali ini, Kuskus Pintar sedikit akan mengulas dari segi bahasa. Nah, kebetulan saya bisanya bahasa Palembang dan bahasa daerah musi (Musi Banyuasin, Sekayu). Jadi, selain vokal o, ada pula vokal e. Vokal e ini biasanya digunakan bagi mereka yang hidup dipingir sungai musi, artinya daerah yang mengalir anak sungai musi pasti tidak jauh-jauh akan menggunakan vokal e.

Vokal O VS Vokal E

Apa, Apo, Ape =>Tidak, kalau struktur bahasa orang musi akan berubah menjadi namek.
 
Bahasa Indonesia => Mau kemana?
Bahasa Palembang => Nak kemano?
Bahasa Musi/Sekayu => Nak kemane?

Selain itu, masih banyak lagi yang bisa kamu ketahui dari kamus bahasa Palembang ini (cie kepooo).

Bahasa Indonesia => Iya
Bahasa Palembang => Iyo
Bahasa Musi/Sekayu => Ao

Cakmno yo yuk...bahasa palembang aku sayang kamu? Cakmno itu artinya bagaimana. Kalau yuk atau ayuk merupakan sapaan untuk kakak perempuan yang lebih tua dari kita.

Kita pasti suka tuh ditanya-tanya perihal bahasa daerah kita seperti "Bahasa Palembang Aku Sayang Kamu". Atau saya nanya ke teman yang beda daerah, "Bahasa Jawa Aku Sayang Kamu."

Rasanya cukup unik untuk mengetahui bahasa daerah orang lain.

Bahasa Indonesia => Aku Sayang Kamu
Bahasa Palembang => Aku Sayang dengan Kau
Bahasa Musi/Sekayu => Aku Sayang Ngen Nga

Kalau di Palembang, kamu biasanya lebih dikenal dengan penyebutan kata kau. Agak kasar, tapi beginilah adanya. Kau sudah menjadi hal biasa untuk menyebut kata kamu. Sedangkan, di Musi atau Sekayu, biasanya menyebut kata kamu dengan kata Nga.


Baca juga: Pantun Lebaran

Pantun Bahasa Palembang

Sakit hati sakit mato
Ditinggal samo kawan
Kalu abang memang cinto
Payo ke rumah kito lamaran

Buah kemiri katek akar
Pohon duren bebuah sawo
Wong Palembang hobi bekelakar
Duet katek tetap ketawo

Pak Aji anaknyo Slamet
Pacak benyanyi sangat mendayu
Ouy bik cik mintak duet
Bujang belagak madak'i buntu

Peninglah kepalak mun sakit gigi
Lah sakit gigi sakit pulo kaki
Cobo lah bangun pagi-pagi
Malu di ayam lah ngais rejeki

Baca juga: 40+ Contoh Menemukan Kata Berima Sama Secara Utuh

Pantun Bahasa Musi atau Sekayu

Buah belimbing gi matah
Merujak sambil belomba
Sen SPP la bayo pemerintah
Mojor nia idup di Muba

Tajur pasang di Sekanak
Bawa batang buah Benono
Kalu rusak lagi budak
Alamat idop dak samparno

Minyak rambut minyak pison
Njuklah dikit ke para tamu
Ngape Koyong Ninggalke Doson
Adek lah indu nak betemu

Buah duku buah benono
Dang musimnye bebuah lebat
Payo belajar yang beno
Mangken calak jadi pejabat

Nah itu dia beberapa pantun bahasa daerah Palembang dan Sekayu. Sedikit menambah pengetahuan ya hihi.

5 Comments

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

  1. Waaaah setelah sekian lama akhirnya ada tulisan baru. Dan Templatr baru yaa

    ReplyDelete
  2. Mantaap sekali pantunnya wkwk

    ReplyDelete
  3. Pantun yang mantap. Cocok dibawakan oleh MC ketika acara kondangan #ehh

    ReplyDelete
  4. Pagi ceria
    Ketemu mirna membawa katun
    Aduhai reskia
    Pandai berpantun

    ReplyDelete
  5. Pantunnya keren uy :")
    Besok-besok selipkan pantun lagi ya Ki *eh

    ReplyDelete

Post a Comment

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Previous Post Next Post