5 Jenis Alergi Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Daftar Isi [Tampil]
Alergi pada anak


Saya merupakan bayi yang lahir di usia lebih dari 9 bulan mendekati 10 bulan, kata nenek itu hamil kerbau namanya. Mesti mandi air dari kubangan kerbau. Duh, kok ada-ada saja gitu ceritanya.

Mamak bilang, dia gak mandi kayak begituan. Mitos sekali.

Baca juga:
$ads={1}

Mamak dulu juga cerita kalau semasa mengandung saya, dia suka ngidam nanas. Apakah karena nanas saya sedikit lebih masam? Hey, gak ada hubungannya sama sekali.

Cerita-cerita masa kecil hanya bisa saya nikmati dari mulut mamak yang cantik. Berbagai hal mamak ceritakan. Saya bahkan pernah diceritakan mamak sebagai anak pungut. “Kamu itu dulu mamak nemu di bawah pohon pisang.”

Saya yang waktu kecil masih sulit membedakan mana guyonan dan mana seriusan, langsung menangis tersedu-sedu di depan pintu. Saya mempercayai guyonan mamak, kalau saya ini benar sebagai anak pungut.

Kan lucu sekali ya.

Sewaktu kecil saya pemakan segalanya kecuali yang haram *yaiyalahhh hehe.

Gak, maksud saya begini. Saya bisa makan berbagai hal, saya suka mengambil tomat saat ikut mamak berbelanja ke warung. Tomat saya ambil, lalu langsung saya gigit untuk dikunyah dan ditelan.

Saya juga suka makan tahu matah. Anak kecil yang cukup ekstrim bukan? Ngemilnya receh gitu, kenapa gak bawa dot isi susu aja gitu.

Anehnya, saya cukup alergi dengan susu (non-Asi). Kalau saya terlalu sering minum susu pasti akan mencret. Sekadar sehari sekali saja juga akan mencret. Jadi, sewaktu anak-anak saya jarang minum susu. Lebih sering konsumsi suplemen atau vitamin saja.

Lho, kok bisa ya alergi minum susu? Memang apa aja sih alergi pada anak ?

Ada banyak macam alergi sobatku. Berikut di bawah ini alergi lainnya pada anak.

Apa Saja Alergi Pada Anak?

Kuskus Pintar sudah merangkum beberapa jenis alergi pada anak. Yuk simak!

Jenis alergi pada anak

1. Alergi Pada Makanan

Jenis alergi pada anak yang pertama adalah alergi pada makanan. Ini merupakan salah satu jenis alergi yang paling umum terjadi pada bayi atau usia anak-anak.

Alergi ini juga yang saya alami waktu kecil dulu yakni alergi pada susu. Saya akan mencret setelah minum susu, kata dokter memang saya kena alergi. Selain itu, alergi pada makanan juga bisa terjadi ketika mengkonsumsi makanan yang mengandung protein seperti kacang, telur, gandum dan lainnya.

Beberapa gejala yang ditimbulkan dari alergi ini adalah perut mulas, mencret atau diare, dan merasa sakit keram di perut. Tak ada cara lain yang ampuh selain dengan mengurangi konsumsi protein.

2. Alergi Pada Kulit

Jenis alergi selanjutnya yang juga umum terjadi adalah alergi pada kulit bayi atau anak. Biasanya yang paling sering terjadi itu berupa alergi yang disebabkan oleh biang keringat.

Biang keringat ini timbul karena ada area kulit yang tertutupi oleh baju atau lipatan kulit pada anak. Area yang rentan mengalami alergi ini adalah bagian leher, lengan, punggung dan paha.

Cara mengatasinya cukup mudah, cobalah untuk mengenakan baju tipis saja yang mudah menyerap keringat. Selain itu penggunaan bedak dan losion juga bisa mengurangi alergi ini.

3. Alergi Pada Saluran Pernapasan

Usia bayi atau anak kecil memang masih sensitif sekali terhadap kondisi sekitar. Jika anak kamu mengalami mata berair, gatal pada area saluran pernapasan seperti hidup, mengalami batuk dan bersin-besin, bisa jadi anak sedang mengalami alergi pada saluran pernapasan.

Penyebab paling umum dari alergi ini adalah udara sekitar yang kotor, debu, serbuk sari yang bertebaran, spora jamur, dan lain-lain. Salah satu cara mudah yang bisa dilakukan adalah menjaga rumah tetap bersih dari debu dan lain-lain.

4. Alergi Hewan Peliharaan

Punya hewan peliharaan memanglah menyenangkan. Sifatnya yang lucu dan menggemaskan bisa membuat anak kecil bahagia. Beruntungnya saya, sejak kecil tak pernah alergi dengan hewan peliharaan saya yakni kucing.

Apakah kamu pernah nonton film Upin-Ipin ? Nah, Kak Ros itu alergi dengan bulu kucing. Dia akan bersin-bersin. Tak jauh beda, anak kecil juga bisa mengalami alergi ini.

Jika anak secara terus menerus bersin, segeralah untuk memisahkan ruangan hewan peliharaan kamu.

5. Alergi Obat-obatan

Cukup jarang terjadi, alergi pada anak yang terakhir ini. Biasanya karena bayi atau anak masih sensitif, jadi pastikan untuk memberi obat pada anak dari resep dokter. Alergi ini bisa terjadi karena kandungan penisilin di dalam obat antibiotik. Atau obat lainnya yang tidak cocok pada anak.
 

Cara Mengatasi Alergi Pada Anak

Cara mengatasi alergi pada anak


Secara umum, anak sering mengalami alergi pada makanan. Cara termudah untuk mengatasi penyebab alergi yang satu ini adalah dengan menghindari makanan tersebut.

Selanjutnya, seperti yang sudah saya jelaskan kalau alergi pada kulit itu dengan memilah pakaian yang digunakan dan menggunakan bedak atau lotion.

Jika anak mengalami alergi pada saluran pernapasan, bisa dengan rutin membersihkan rumah. Apalagi area kamar anak. Jika alergi hewan peliharaan, bisa diatasi dengan menggunakan kandang khusus dan terpisah dari ruangan anak ibu.

Terakhir, penggunaan obat harus dari resep dokter agar bisa terhindar dari alergi obat-obatan.

Sedikit informasi berdasarkan beberapa literatur yang saya baca, alergi yang umum terjadi pada anak ini bisa hilang dengan sendirinya. Lambat laun, imunitas tubuh anak akan lebih kuat. Dulu saya pernah alergi terhadap susu, sekarang saya malah tidak pernah lagi merasakan mules-mules sehabis minum susu.

Perhatikan terus nutrisi terbaik untuk anak. Berikan yang terbaik untuk anak Anda. Sekian informasi mengenai alergi pada anak, semoga bermanfaat ya.

Post a Comment

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Previous Post Next Post