5+ Contoh Kritik dan Esai tentang Pendidikan, Kesehatan, Politik

Daftar isi [Tampil]
Baca juga:
Contoh Kritik dan Esai
Contoh Kritik dan Esai

Belajar tentang sastra tak akan ada habisnya. Tentu, kita sebagai pemuda perlu membuka mata untuk menambah pengetahuan yang kita miliki. Apakah kamu sedang mencari contoh kritik dan esai ? Jika iya, saya pastikan jika kamu baca artikel sampai habis akan memperoleh pengetahuan yang mantap.

$ads={1}

Kritik merupakan suatu ulasan atau tanggapan yang diberikan seseorang guna menyempurnakan suatu karya entah kritik baik atau buruk. Sedangkan, esai merupakan jenis karya sastra yang memungkinkan penulisnya untuk menuangkan segala pikirannya atau dikenal dengan opini yang berdasarkan dengan data pendukung yang faktual.

Beda-beda tipis, sama-sama merupakan karya sastra tetapi tujuan dari keduanya berbeda. Kritik punya tujuan untuk menyempurnakan karya sastra, sedangkan esai biasanya bertujuan untuk memberikan gagasan atau ide terkait masalah yang dibahas.

Tak perlu berpanjang lebar lagi, yuk sobat Kuskus Pintar baca beberapa contoh di bawah ini ya.

Oiya, bagi kamu yang ingin mengetahui perbedaan kritik dan esai, bisa mempelajarinya di artikel saya berikut ini:

Contoh Kritik dan Esai tentang Pendidikan

Berbicara tentang pendidikan rasanya akan ada banyak sudut pandang, mulai dari anak kecil yang baru masuk sekolah hingga mahasiswa yang menuntut tentang hak kemanusiaan.

Tak ada salahnya kita mulai membaca bagaimana menuliskan sebuah kritik dan esai tentang pendidikan ini. Bahkan beberapa perlombaan banyak mengangkat seputar pendidikan. Yuk, mari kita lihat contoh kritik dan esai tentang pendidikan berikut ini.

1. Contoh Kritik tentang Pendidikan

Contoh kritik yang dilakukan oleh Kuskus Pintar ini adalah kritik terhadap karya sastra berupa puisi. Puisi yang dibuat oleh Sang Legendaris Sastrawan Indonesia.

Judul Puisi "Takut 66, Takut 98" ditulis oleh Taufik Ismail di tahun 1998

Mahasiswa takut pada dosen
Dosen takut pada dekan
Dekan takut pada rektor
Rektor takut pada menteri
Menteri takut pada presiden
Presiden takut pada mahasiswa
takut “66, takut “98

Kritik karya sastra yang diberikan:
Taufik Ismail merupakan sastrawan yang lahir pada tahun 1935 dan tumbuh di masa-masa kebangkitan Indonesia mulai dari orde lama hingga orde baru. Puisi dengan judul takut 66 dan takut 98 merupakan puisi yang menampilkan keadaan nyata atau real pada tahun tersebut. 

Penulisan puisi dibuat dengan singkat, padat dan jelas. Memungkinkan penikmat syair Taufik Ismail mendapatkan makna dari puisi tersebut. Ada dua kategori tersirat pada puisi tersebut. Menurut hemat penulis dua kategori yang dimaksud adalah mahasiswa yang hormat ke dosen (Takut dosen) dan mahasiswa sebagai agent of change yang menyuarakan suara rakyat meminta keadilan kepada presiden (Presiden takut mahasiswa).

Penyampaian makna dari puisi akan sampai ketika si pembaca telah mengetahui tentang masa-masa di tahun 66 dan tahun 98 yang dimaksudkan adalah tahun kebangkitan bagi Indonesia oleh anak muda atau mahasiswa.

2. Contoh Esai tentang Pendidikan

Contoh Kritik dan Esai


Pendidikan adalah segala daya upaya dan semua usaha untuk membuat masyarakat dapat mengembangkan potensi manusia agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, memiliki kecerdasan, berakhlak mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat dan warga negara. Di samping itu pendidikan adalah usaha untuk membentuk sosok manusia yang utuh lahir dan batin menjadi manusia cerdas, sehat, dan berbudi pekerti luhur.

Pendidikan mampu membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan lingkungan yang bisa dipelajari dengan baik secara sengaja maupun tidak. Lingkungan berperan penting dalam membentuk kepribadian seseorang. Melalui pendidikan, mampu membentuk manusia menjadi disiplin, pantang menyerah, bertoleransi, tidak sombong, bertaqwa, dan kreatif, serta mandiri.

Menurut Syah dalam Chandra (2009) dikatakan bahwa pendidikan berasal dari kata dasar “didik” yang mempunyai arti memelihara dan memberi latihan. Kemudian, kata didik memperoleh imbuhan pen dan an. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pendidikan mempunyai arti sebagai proses pengubahan sikap dan prilaku seseorang atau kelompok dalam usaha untuk menjadikannya dewasa melalui pengjaran dan pelatihan. Pendidikan juga punya arti lain sebagai proses, cara, perbuatan mendidik.

Dengan melihat definisi tersebut, sebagian orang mengartikan bahwa pendidikan adalah pengajaran karena pendidikan pada umumnya membutuhkan pengajaran dan setiap orang berkewajiban mendidik.

Saat ini Indonesia tengah diuji dengan perkembangan teknologi yang berkembang pesat. Pendidik Indonesia memperoleh tantangan mengenai kolaborasi penggunaan teknologi dalam setiap pembelajarannya. Apalagi saat ini dunia tengah merebak wabah virus corona. Kita tetap di rumah saja, dan sekolah dari rumah saja.

Indonesia juga dihadapi dengan berbagai polemik mengenai keterbatasan SDM pengajar, keterbatasan akses internet ke desa-desa hingga ketidaksiapan pemangku kebijakan karena adanya perubahan iklam mengajar.

Penting bagi pemangku kebijakan untuk melakukan sosialisasi kepada tenaga pendidik tentang inovasi belajar yang baik dan banyak hal. Harapannya adanya sosialisasi, kemudian dibarengi dengan pelatihan mampu menciptakan SDM yang melek teknologi dan kreatif akan cara pembelajaran.


Contoh Kritik dan Esai tentang Kesehatan

Bidang kesehatan juga tidak luput dari kacamata seorang sastrawan untuk membuat sebuah karya sastra dan tak luput dari pandangan kritikus. Esai? Ouh tentu juga banyak sekali yang bahas tentang kesehatan, mulai dari fasilitas, pelayanan, inovasi baru dan lain-lain.

1. Contoh Kritik tentang Kesehatan


Ruang Putih

Tak ada yang lebih mahal dari kesehatan
Rumah sakit tak akan membuatmu nyaman
Kasur putih, suster, selang-selang yang berbunyi
Ya bunyi ninu ninu ninu sesekali akan berkeliaran
Saat itu orang-orang berlarian
Saat itu ada sebagian yang berteriak
Mendorong kasur yang beroda
Dokter...dokter....
Harap akan ada kehidupan
Pada alat-alat yang apa adanya

Karya Kuskus Pintar

Kritik sastra yang diberikan:
Puisi ini punya gayanya tersendiri, bergaya modern. Sebuah puisi bebas. Penulis menyadari banyak hal yang berlarian di kepalanya, tulisan ini hadir dari sebuah keresahan, hadir dari kisah saat ini. Terlihat sederhana, bagi seorang penikmat sastra karya di atas cukup sederhana karena tidak banyak menggunakan majas-majas yang perlu diinterpretasikan dua kali atau berkali-kali.

2. Contoh Esai tentang Kesehatan

Contoh Kritik dan Esai


Persebaran pandemi covid-19 telah menggegerkan dunia beberapa bulan ini. Sudah hampir tiga bulan lebih pemerintah Republik Indonesia menggelar konferensi pers guna mengumumkan kasus positif covid-19, namun publik tampak acuh tak acuh terhadappandemi covid-19 ini. Pemerintah dan media sudah gencar mengumumkan bahaya virus covid-19, antara lain menyebabkan batuk, demam, kesulitan bernafas, hingga menyebabkan kematian. Untuk menertibkan masyarakat dan mengurangi tingkat penularan virus covid-19, pemerintah segera membuat kebijakan. Salah satu kebijakan tersebut adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB atau bisa diartikan sebagai lockdown parsial merupakan salah satu intervensi yang dilakukan pemerintah setelah mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak (physical distancing) (Dwirahmadi, 2020).

Di tengah lonjakan kurva sebaran pandemi covid-19 ini, banyak masyarakat yang tidak mengindahkan kebijakan PSBB. Hal tersebut dibuktikan melalui kurva kasus covid-19 yang terus meningkat di Indonesia. Ahli Epidemiologi, Pandu Riono Indonesia mengatakan bahwa Indonesia tengah berjalan menuju puncak kurva pandemi virus covid-19 (Mashabi, 2020).

Di lain sisi, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyatakan sebanyak 81 persen masyarakat ingin segera mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Fenomena ini menunjukkan bahwa terdapat resistensi masyarakat terhadap kebijakan PSBB. Melalui esai ini, penulis hendak menganalisis resistensi masyarakat terhadap kebijakan PSBB yang didukung dengan teori strukturasi Anthony Giddens.

Akibat kebijakan PSBB, masyarakat yang mengandalkan perekonomian harian mengalami penurunan pendapatan. Yang kedua, masyarakat menilai PSBB mengakibatkan keterbatasan ruang gerak publik yang berimbas pada kerugian para pekerja penglaju (commuter). Para pekerja ini harus mengeluarkan biaya lebih untuk melakukan rapid test atau swab test untuk dapat bekerja di luar daerah, atau bahkan terancam PHK. Namun pada akhirnya, masyarakat sebagai agen akan menentukan kebijakan yang akan ditentukan oleh pemerintah. 

Referensi: Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan Penanganan COVID-19.


Contoh Kritik dan Esai tentang Politik

Perpolitikan tiada habisnya. Selagi manusia masih hidup, kita akan bertemu dengan yang namanya politik ini. Politik erat kaitannya dengan pemerintahan, kebijakan suatu negera, suara rakyat, suara pemimpin dan banyak lagi deh.

Bagaimana karya sastra yang dibuat oleh sastrawan kita? Ouh jelas pasti ada juga yang bahas politik. Di bagian ini cukup berbeda contoh kritik dan esai sastra yang Kuskus Pintar berikan karena hal ini cukup sensitif untuk digaungkan. Penulis berusaha menguraikannya seringkas mungkin. Selamat membaca.

1. Contoh Kritik Sastra tentang Politik Pada Film Soe Hok Gie

Baiklah teman-teman ini cukup berbeda, tetapi film ini merupakan sebuah karya tulisan autobiografi yang kemudian di filmkan. Film ini menceritakan tentang petualangan dari Gie yang ingin mencapai tujuannya untuk menggulingkan Pemerintahan Sukarno, dan ia ingin melakukan perubahan-perubahan dalam hidupnya setelah tujuan ini tercapai.

Film Gie ini berhasil memberikan perspektif baru bagi orang-orang dalam melihat nasionalisme etnis China di Indonesia. Bagi orang-orang yang tidak mengikuti sejarah masa dulu, cukup sulit memahami latar dari kisah cerita ini. Melalui cerita Soe Hok Gie yang difilmkan, Indonesia belajar bahwa etnis China sebagai bagian dari masyarakat Indonesia juga punya rasa nasionalisme yang sama dengan kelompok masyarakat lainnya. Tidak perlu lagi ada yang namanya diskriminasi kelompok.

Film ini dibuat dengan gaya klasik yang pas sehingga penikmat sastra akan takjud melihat karya ini difilmkan. Walaupun pada akhirnya, seseorang yang ingin merasakan kenikmatan seni harus punya wawasan tentang latar dari cerita ini.

2. Contoh Esai tentang Politik

Berbicara mengenai politik, kita tidak akan lepas dari adanya godaan KKN yaitu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Pada tulisan ini saya ingin menyoroti perihal korupsi. Korupsi sudah membudaya di kalangan politik.

Mungkin, Gak Korupsi Gak Keren. Pada tahun 2020, menurut hasil survei yang dilakukan oleh lembaga pemantau indeks korupsi global, Transparency International, Indonesia masuk sebagai negara terkorupsi nomor 3 di Asia. Posisi pertama ditempati oleh negara India, kemudian disusul Kamboja pada urutan kedua.

Tentu mau ditaruh di mana muka Indonesia, jika peringkat ini terus bertahan bahkan malah meningkat. Korupsi yang paling banyak terjadi tak lain adalah dari badan-badan pemerintahan, pelayan rakyat. 

Di Indonesia, dampak jelas akibat dari korupsi adalah adanya berbagai masalah kemiskinan dan terhambatnya pembangunan. Ironisnya lagi adalah sebagian besar praktik korupsi terjadi dalam struktur pendidikan dan dipraktikkan langsung oleh mereka yang terdidik yang pernah mengenyam sekolah tinggi.

Meruju pada referensi dari Kompas, sebuah buku Psikologi Korupsi yang disusun oleh Zainal Abidin, seorang dosen Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, telah mencatat sejumlah orang yang memiliki pendidikan tinggi yang terjerat kasus korupsi, diantaranya adalah 332 orang doktor, 147 bergelar master, 119 sarjana, dan 10 orang profesor terjerat dalam kasus korupsi. Melihat dari hasil tersebut sudah tidak diragukan lagi mengenai intelektual dan kepandaian mereka.

Lantas kita akan bertanya, "Ada Apa Sesungguhnya dengan Sistem Pendidikan dan Pemerintahan saat ini?" Banyak orang yang menyayangkan vonis untuk mereka yang terjerat korupsi hanya sebatas dipenjarakan -itupun bisa dinegosiasikan. Indonesia sedang krisis sistem. Perlu adanya gebrakan baru TEMBAK MATI atau KUCILKAN.

Demikian Contoh Kritik dan Esai tentang Pendidikan, Kesehatan, Politik sederhana yang bisa Kuskus Pintar sampaikan. Semoga bisa bermanfaat ya buat kamu.

Post a Comment

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Lebih baru Lebih lama