Cerita Rakyat Tradisi Melemang Desa Kertayu, Sungai Keruh, Muba

Daftar isi [Tampil]
Baca juga:
Cerita Rakyat Tradisi Melemang
Cerita Rakyat Tradisi Melemang

Sewaktu masih kecil, tepatnya pada saat saya masih menginjakkan kaki di Sekolah Dasar (SD), saya suka sekali mengoleksi beberapa karya sastra mulai dari pantun, puisi, hingga cerita pendek. Saya kadang kala juga suka membuat cerita sendiri dari bacaan-bacaan saya. Paling sering sih saya ikuti alurnya, kemudian saya rubah konflik ceritanya haha.

Mengasyikkan? Ouh, tentu saja sobat. Saya juga suka sekali membaca buku cerita, terlebih lagi saat saya memasuki masa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hobi saya ini juga didukung dengan ketersediaan buku bacaan di Perpustakaan SMP. Dibandingkan SD, saya merasa bisa membaca lebih puas saat di SMP.

Cerita-cerita yang saya baca juga tak jauh dari cerita pendek, cerita rakyat, novel, ensiklopedia, buku sains dan sejenisnya. Saya gemar sekali membaca. Bahkan kegemaran saya berada di perpustakaan melahirkan ekskul Mading dengan saya sebagai salah satu pengurusnya.

Setidaknya saya punya alasan bisa lebih betah berada di perpustakaan. Berbicara tentang cerita rakyat, seingat saya di perpus SMP kami dulu punya beberapa koleksi. Anehnya cerita rakyat dari daerah kami sendiri sulit untuk didapatkan.

Pernah suatu ketika saya menjadi perwakilan sekolah untuk Lomba Mendongeng tingkat kabupaten. Namun, cerita tersebut belum pernah saya baca. Saya baru memperoleh kertas bacaannya dari hasil fotocopy oleh guru saya. Kecewa? Saya gak kecewa, saya cukup memaklumi karena sulit sekali menyatukan potongan-potongan cerita dari setiap daerah.

Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi salah satu kisah dari daerah saya yaitu cerita rakyat Tradisi Melemang dari Desa Kertayu, Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Tidak lain dan tidak bukan adalah desa tempat saya dibesarkan.

Cerita rakyat ini diambil dari cerita mulut ke mulut mengenai asal usul Tradisi Melemang di desa saya. Penasaran bagaimana cerita rakyat mengenai Tradisi Melemang di Desa Kertayu? Simak sampai habis ya.

Apa Itu Cerita Rakyat?

Menurut A.R.P. Purnomo (2018), cerita rakyat adalah cerita yang lahir dari rakyat dan berkembang dari mulut ke mulut di antara rakyat itu sendiri. Cerita ini termasuk dalam kategori cerita fiktif yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sebagaimana pengertian cerita rakyat di atas, cerita mengenai Tradisi Melemang di desa saya ini juga tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hal ini terjadi karena cerita mengenai Tradisi Melemang hanya diceritakan dari mulut ke mulut yang katanya berasal dari seseorang yang "punya keturunan".

Betul sekali, layaknya tradisi yang sudah mendarah daging. Beberapa tradisi punya yang namanya juru kunci. Juru kunci adalah seseorang yang diberi kepercayaan untuk terus melanggengkan Tradisi Melemang. Sepengetahuan saya, juru kunci adalah seseorang yang katanya punya garis keturunan dari nenek moyang yang memulai tradisi ini.

Desa Kertayu, Tempat Cerita Rakyat Tradisi Melemang Berkembang

Cerita rakyat tradisi melemang
Cerita Rakyat Tradisi Melemang
Dokumentasi Pribadi

Sebelum itu, saya ingin memperkenalkan desa kecil saya ini dulu. Desa Kertayu merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sungai Keruh. Persis nama kecamatannya, desa saya ini dialiri anak Sungai Musi yang berwarna kuning kecoklatan agak keruh gitulah. Walaupun terlihat keruh, sebenarnya sungai ini termasuk bersih. Warna keruh dihasilkan oleh pantulan tanah liat yang menjadi dasar sungai di daerah saya.

Singkatnya, desa saya berada sekitar 30-40 km dari pusat kota polis Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Bisa dikatakan pelosok desa hehe.

Walaupun desa saya berada di pelosok, kekayaan alamnya sangat melimpah mulai dari hasil pertanian, perkebunan karet, perkebunan kelapa sawit, dan banyak lagi. Dari hasil bumi yang melimpah ini, konon kabarnya Tradisi Melemang lahir.

Tradisi Melamang merupakan tradisi dari Desa Kertayu yang dilakukan setelah panen raya sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi Melemang dilakukan dengan membakar Lemang, sebuah makanan khas dari Desa Kertayu. Lemang merupakan ketan yang dimasak di dalam bambu dengan cara dibakar.

Baca juga:

Asal Usul Tradisi Melemang

Tradisi Melemang bermula dari seseorang bernama Tu Mamea. Tu Mamea oleh masyarakat Desa Kertayu jaman dahulu dijuluki Puyang Burung Jauh.

Konon kabarnya, Puyang Burung Jauh ini punya kekuatan bisa berkomunikasi dari jarak jauh. Kalau tidak salah begitu. Puyang dalam bahasa Desa Kertayu memiliki arti buyut atau ibu dari nenek.

Dari berbagai cerita yang ada, Desa Kertayu diceritakan adalah desa yang punya sumber kekayaan alam yang melimpah. Saking melimpahnya, banyak dari warganya menyianyiakan hasil panen hingga dimakan oleh hama saja.

Selain itu, kehidupan sesama warga juga tidak tentram karena mereka hanya mementingkan dirinya 
sendiri-sendiri, sering terjadi perkelahian, permusuhan, bahkan pembunuhan.

Puyang Burung Jauh berinisiatif untuk membuat perayaan Tradisi Melemang dengan tujuan agar para 
warga dapat saling berbagi antar sesama, hidup tentram, aman, serta rukun.

Alhasil, hingga saat ini Tradisi Melemang terus diadakan setiap tahun yang berpusat di Desa Kertayu. Menurut keyakinan masyarakat Desa Kertayu apabila tidak dilaksanakan maka akan sering terjadi berbagai musibah, di antaranya adalah banjir, warganya sering berkelahi, bermusuhan, bahkan membunuh.

Pada tahun 1970-an (menurut dari hasil baca sana-sini entah benar atau tidaknya), warga Desa Kertayu pernah terkena wabah kolera yang disebabkan oleh warganya tidak melaksanakan Tradisi Melemang. Belajar dari pengalaman masa lalu, sebagian besar warga Kertayu mempercayai cerita tersebut.

Sebenarnya cukup sulit merangkai cerita tentang Tradisi Melemang ini, bahkan dulu saya pernah melakukan penelitian tentang Tradisi Melemang di SMA. Mengikuti dari awal pelaksanaan hingga akhir, satu hal yang saya sadiri bahwa rasa kekeluargaan di desa saya ini masih erat sekali.

Terlepas dari benar atau tidaknya cerita-cerita tersebut, saya ingin mengambil hikmahnya saja bahwa kita sebagai makhluk sosial butuh yang namanya saling berinteraksi dan saling tolong menolong. Hidup aman, tentram, dan nyaman memang dambaan semua orang. Siapa pun bebas memilih percaya atau tidaknya.

Begitulah sedikit cerita rakyat Tradisi Melemang di Desa Kertayu, pelosok desa di Sumatera Selatan. Oiya, bagi kamu yang senang membaca cerita-cerita seperti ini, bisa kunjungi website Pohaci ya. Website Pohaci ini khusus membahas seputar informasi di bidang pertanian termasuk cerita rakyatnya.

Ada nih salah satu cerita rakyat tentang Nyi Pohaci dari tanah Sunda. Cerita masih berlatar belakang tentang pertanian. Bagaimana ceritanya? Klik cerita Nyi Pohaci Sanghyang Asri untuk baca selengkapnya.

Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat ya buat kamu sobat.

Post a Comment

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Lebih baru Lebih lama