Cintai Diri Sendiri, Sebelum Mencintai Orang Lain


Beberapa minggu yang lalu saya mengikuti seminar psikologi online, pengennya sih yang offline cuman gak ada yang mau nge-gelar acara di itu di kampusku hiks sedih.

Sudah dari beberapa minggu, saya gantungkan niat untuk menulis topik "LOVE YOURSELF: Kenali Dirimu, Raih Potensimu". Love Yourself, bagus banget sih ini pembahasannya. Apalagi kalau saya berkesempatan konsultasi langsung dengan mbak Farraas  A.  Muhdiar (Ayas) ini.

Kenapa saya mau ikut seminar tersebut ? Pertama, saya lagi butuh asupan nutrisi vitamin kejiwaan selain asupan rohani yang utama. Kedua, lagi berada di kurva terbawah hidup saya. Ketiga, cari konten untuk mengisi kekosongan blog *ehh

Mbak Ayas ini S1 nya lulusan Fakultas Psiklogi UI, S2 nya Psikologi UI plus di Inggris juga double gitu. Mantap bangetlah ilmunya.

Bermodalkan dengan Voice note, serta didukung dengan PPT saya menyimak pembahasan topik pada hari itu. Power Point (PPT) yang mbak Ayas share ke grup seminar online sangat sederhana, hanya berisikan beberapa poin yang sudah mencakup keseluruhan. Tak banyak, hanya berisikan total 24 slide sudah mampu membuat saya untuk selalu love my self.

Kadang kita terlalu keras kepala mencintai seseorang, sedangkan diri sendiri? You knowlah yah apa maksud saya ini. Bahkan ketika orang jatuh cinta dengan doinya, "Taik kucing pun rasa coklat" gitu pepatah mengatakannya. Sampai-sampai orang-orang (mungkin saya juga) lupa diri.

Always love yourself first, before you love someone else.

Sebelum mencintai orang lain, cintailah diri sendiri terlebih dahulu.

Sejauh Mana Kita Mengenali Diri Sendiri

Hemm, sudah sejauh mana kita kenal dengan diri kita sendiri ?

  • 5 kelebihan saya ?
  • 5 kekurangan saya ?
  • Masalah di lingkungan sekitar yang bisa saya selesaikan ?
  • Hal yang membuat saya bangga akan diri saya ?

Begitulah bunyi dari poin "Sejauh Mana Kita Mengenali Diri Sendiri" yang ditulis oleh Mbak Ayas. Sekarang ayo ambil notebook kamu, atau buku agendamu, buku diary, tulis di note hp pun bisa.

Kalau yang punya saya mau ditulis sekalian disini saja, karena saya punya kebiasaan untuk membaca tulisan saya yang lama-lama di blog ini. Apalagi yang berlabel Personal uhuy bakal saya baca berulang-lang, tapi gak tiap hari juga sih hehe.

5 Kelebihan Saya 
Sebenarnya saya takut ujub (meresa lebih dari orang lain), takut banget rasanya. Mohon teman-teman yang membaca maafkan saya jika terdapat unsur sombong. Ini ditulis semata-mata untuk mengingatkan saya akan potensi diri saya sendiri. Ini sudah beberapa rangkuman dari sobat kece saya. Reski itu....
  1. Peduli terhadap temannya
  2. Mandiri, hemat, pengaturan keuangannya bagus
  3. Telaten--perfeksionis (apa-apa yang dikerjakan hasilnya harus bagus)
  4. Multitalent (Bisa nulis, presentasi bagus, pede kalo ngomong)
  5. Orangnya pembersih
5 Kekurangan Saya
Kekurangan saya....
  1. Mudah mengeluh
  2. Pelupa
  3. Hal kecil bisa dibawa stres (kepikiran terus)
  4. Kurang percaya diri terhadap hasil kerja (masih memikirkan apa kata orang)
  5. Pelit hehehe
Ketika kita sudah tau kelebihan kita, maka yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah mengoptimalkannya. Kemudian, bagaimana cara agar tidak minder jika kita sudah tau kekurangan kita apa? Kita harus menerima kekurangan kita. Ouh aku memang kurang ini dan kurang itu, sebagaimana manusia kita dilahirkan dengan adanya kelebihan dan kekurangannya. Kita menerima bahwa kita tidak sempurna, dan kita juga perlu ingat semua orang tidak sempurna.

Se-sempurnanya orang baik yang kita lihat di dunia nyata maupun dunia maya, mereka pasti punya kekurangan. Tapi yang menjadi pertanyaan, kenapa mereka tetap bisa tampil oke? Karena memang kelebihannya itu yang ditampilkan supaya secara umum secara positif orang menilai dia itu oke dan keren. Sedangkan, negatifnya sebisa mungkin dikelola dengan baik. Bisa tertutupi dengan kelebihannya atau malah menerima apa kekurangannya.

Selain itu, supaya kita tidak minder, kita harus realistis jika membandingkan diri dengan orang lain. Apa yang mereka tampilkan di media sosial misalnya itu tidak mungkin ia alami setiap saat, adakalanya mereka berada di posisi terbawah, seperti sedang down sejatuh-jatuhny itu tidak mereka tampilkan.

Pun ketika kita membandingkan diri, misalnya ibu-ibu membandingkan dirinya dengan artis-artis FTV yang putih, kinclong, dan glowing. Kita perlu memahami kondisi finansial, wah wajar sih dia kulitnya terawat karena memang pembantunya banyak dan lebih banyak waktu yang diberikan untuk merawat diri. Sedangkan kita harusnya bisa memahami, wajar saya kucel banyak yang dikerjain ini dan itu.

Kemudian, misal kita minder karena kekurangan kita "Kamu ngomong kecepetan" sering disindir secara halus oleh orang-orang di lingkungan kita, tenang jangan dimasukkan ke hati. Atau ada keluarga, temen, dan lain-lain yang menilai kita negatif terus, itu mungkin orang-orang yang gak perlu kita lama-lama berinteraksi dengannya. Penting bagi kita untuk memilih lingkungan yang suportif.

Masalah di lingkungan sekitar yang bisa saya selesaikan ?
Kamu bisa menuliskan apa-apa saja masalah yang bisa kamu selesaikan, tidak usah yang berat sederhanapun bisa kita lakukan. Saya kadang suka risih sama bunyi token (listrik) tetangga yang totettotetttt, saya akan beranjak dan mematikannya. Mematikan bunyinya saja buka beserta listriknya hehe. 

Kemudian, ketika saya sedang membuang sampah kebetulan tetangga saya sampahnya sedang menumpuk, sayapun tak segan membantu untuk membuangnya. Selain karena saya risih melihatnya, saya tidak tahan mencium aroma busuk dan itu tidak baik untuk kesehatan.

Ketika teman saya mengalami kesusahan, jika saya bisa membantu akan saya bantu walau hanya bisa mendengarkan ia bercerita.

Hal yang membuat saya bangga akan diri saya ?
Kamu mesti bangga sama dirimu. Kamu itu berharga. Ayo cintai diri kita masing-masing. Terima kasih diriku, kamu telah tahan berjuang hingga saat ini.

Kita mencintai diri sendiri bukan berarti narsis. Ini yuk dibaca dulu perbedaan mencintai diri sendiri (Self-Esteem) dan Narsis yang ditulis oleh mbak Ayas.


Self-Esteem (mencintai diri sendiri)
Narsis
Merasa dirinya berharga.
Merasa dirinya lebih baik daripada orang lain.
Mengetahui kelebihan-kelebihan yang dimiliki.
Merasa baik dalam segala hal. Merasa paling hebat.
Menyadari dan menerima kekurangan-kekurangan yang dimiliki.
Merasa dirinya sempurna dan tidak ada yang perlu diperbaiki.
Menghargai orang lain.
Menjauhkan orang lain.
Rendah hati
Sombong.
Menerima masukan orang lain. Tidak terlalu peduli dengan omongan negative dari orang lain.
Tidak menerima kritik. Sangat memedulikan omongan orang.


Sudah dibaca?
Ketika kita menyadari kekurangan kita, lalu kita menerima dan belajar memperbaiki itulah yang namanya mencintai diri sendiri. Merasa diri kita ini berharga. Syukuri nikmat yang Allah berikan dan tetap rendah hati jangan sombong :D

Mengapa Perlu Belajar Mencintai Diri Sendiri?

Berikut ini beberapa poin-poin, mengapa kita perlu belajar mencintai diri sendiri.
  • Sebagai bentuk husnuzhan terhadap Allah (Allah itu seperti prasangka hamba-Nya) yang sudah menciptakan kita.
  • Orang yang percaya diri dan mencintai dirinya sendiri akan terlihat lebih meyakinkan.
  • Tidak takut untuk mencoba hal baru dan menantang dirinya.
  • Lebih dapat menerima kritik.
  • Memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
  • Lebih tahan banting.
  • Lebih sukses menjalani peran apapun.

Mengapa perlu belajar mencintai diri sendiri ?

SUKSES Dari Dua Pandangan


Bisa teman-teman lihat dari gambar tersebut, bahwa apa-apa yang kita lihat pada orang sukses itu hanya gambaran "Jalan Tol" nya saja. Kita tidak melihat perjalanan yang sesungguhnya, dipenuhi lubang, jalanan yang berliku, duri-duri yang ada, bahkan mungkin dicemooh orang lain.



Resep paling manjur dan utama, Cintai diri sendiri terlebih dahulu karena jalan menuju sukses akan sulit dan sangat berliku. Tidak akan bisa dijalani jika tidak mencintai diri sendiri.



Cukup sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat. Insya Allah masih berlanjut ke Part 2 tentang "Bagaimana cara mencintai diri sendiri".



Makan durian, bareng buaya.

Cukup sekian, ditunggu ya.


I luv u....

20 Comments

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

  1. Hehe, menghargai diri sendiri apalagi mencintai diri sendiri kadang memang gak mudah. Mungkin memang bawaan, atau kondisi lingkungan yang membuat kita sulit untuk mencintai diri sendiri.

    Tapi memang harus dilatih. Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang mau mencintai diri kita?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kak, emang gak mudah mencintai diri sendiri. Butuh komitmen untuk melatih agar terus-terusan cinta sama diri sendiri.

      Delete
  2. Bener banget, yang terpenting adalah mencintai diri sendiri sebagai bentuk rasa syukur dan husnuzhan kepada Allah, Allah sudah menciptakan kita dengab segala kelebihan dan kekurangannya, tinggal bagaimana cara kita mencintai ciptaan Tuhan ini dan melewati hambatan dan rintangan untuk membuat hidup menjadi lebih baik lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cintai diri sendiri, berhuznuzhon kepada Allah. Apa-apa yang sudah ditakdirkan, jika itu takdir yang masih bisa dirubah maka kita patur berikhtiar, usaha dulu hehe

      Delete
  3. Mencintai sendiri adalah kata yang mungkin terlihat simple, tapi sukar untuk dilakuka, jujur saat ini aku berada difase mencintai diri sendiri dan mencari jati diri dan sedikit berat karena banyak hal yang harus di cut atau disingkirkan dari kehidupan misalnya orang yang toxic. Kenapa di cut? Seperti tulisan mba reskia, bahwa kita ini berharga diri kita ini berharga dan salah satu cara menghargai diri sendiri adalah menjauhi orang orang yang toxic yang membawa pengaruh tidak baik bagi kita.
    Terimaksih mba reskia tulisan membuat saya semakin yakin untuk terus mencintai diri sendiri dan tidak ragu lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita bisa saja dengan mudah berkata "Aku harus mencintai diriku sendiri sulu, sebelum orang lain" tapi nyatanya gak semudab itu. Kita seringkali semena-mena atas diri sendiri, apalagi saya yang kadang begadang gak mikir kesehatan :(

      Delete
  4. Sangat bermanfaat sekali tulisannya Mba, terima kasih atas sharingnya.

    Bener banget self love itu sangat penting, terkadang kita lupa bahwa di dunia ini ada area yang bisa dikontrol dan area lainnya yang gak bisa kita kontrol. Dan mencintai diri sendiri, semua kontrolnya ada di diri kita sendiri, kita bisa lebih bersyukur dengan belajar mencintai diri, lebih fokus juga. Penting banget untuk self love dulu baru mencintai orang lain..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh siap terima kasih kembali mbak. Bcs sharing is caring ehe.

      iya mbak, self love. Bersyukur itu penting sekali untuk dilakukan, sejenak sisihkan waktu bahkan setiap kesempatan ucapkanlah rasa syukur. Ah kni reminder buat aku yang kadang lupa untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu.

      Delete
  5. Pelit ih... jangan atuh ha ha ha. Kalau perhitungan boleh.

    Baca judul aja aku udah 100% setuju. Tambah ulasannya makin yes banget. Mencintai diri sendiri itu harus sebelum mencintai orang lain. Ibaratnya, harus bisa nyuci baju sendiri dulu, baru bisa nyuciin baju orang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha itu kata temenku, reski itu pelit, perhitungan. Maklum secara anak akuntansi gitu lho hehe

      Uhuy ayo kita self love, sebelum -love you wkwk

      Delete
  6. Molly jadi kepikiran cak ini. kalo di pesawat biasonyo kan ibu duluan pake alat bantu nafas baru pakein anaknyo. nah mungkin perimbangannyo cak inilah. cintai diri dulu baru mencintai orang lain #hazeegghh uwuuwuuwu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iyo mbak, mungkin cak itulah perumpamaannyo. Cintai diri sendiri, maksudnya juga jaga diri sendiri dulu, kemudian orang lain. Bukan egois lho ini tapi hehe

      Delete
  7. Aku bener ini. Lagi berusaha mencintai diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan. Keliatan mudah taoi ternyata susah. 😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlahan namun pasti. Bisa dong kak. Mencintai dia bisa, masa mencintai diri sendiri gak bisa ehe

      Delete
  8. Kalau lagi kumat insekyuuur yang susah. Tapi emang perlahan harus nemuin hal-hal yang bikin diri sendiri berfaedah. Kalau gak cinta diri sendiri pasti pengaruh ke kehidupan secara keseluruhan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih kak, dikurang-kurangim insekyurrnya hehe

      Betul, kadang kalo kita semena-mena dengan diri sendiri juga berimbas ke orang di sekitar kita juga.

      Delete
  9. Berani nggak ya aku mengakui 5 kelemahan yang kumiliki
    Janganjangan ketulis bagus semua

    Kelebihan? Berat badan. Apalagi ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, kalo kelebihan berat badan no komen dah kak haha

      Delete
  10. Kayaknya gak mungkin di saat sekarang menyelenggarakan seminar off line, Mbak. Isinya sangat bermanfaat bagiku dan orang lain perihal mencintai diri sendiri. Terkadang kita lupa untuk melakukannya padahal kelak di akhirat kita akan sendiri-sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang lagi merebaknya si corona di Indonesia, sangat gak mungkin untuk diadakan seminar offline. Jadi sedih sih. Sekarang apa-apa dilakuin di rumah. Semoga tidak melunturkan semangat dalam mencari ilmu hehe

      Delete

Post a Comment

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Previous Post Next Post