-->

Seri Introvert 2: Jangan Takut Berbicara di Depan Umum

Takut Berbicara Di Depan Umum

"Jika di berbagai kamus kau tak menemukan definisi yang tepat tentang sesuatu, mungkin sudah saatnya kau yang menciptakan definisimu sendiri."

"Buku ini untukmu yang merasa bahwa kamus dunia sering kali salah mendefinisikanmu." Sebuah pengantar dari Buku Mendengar Nyanyian Sunyi.

Saya ingat betul, ada salah seorang sahabat saya yang mempotret halaman pengantar dari buku karya mba Urfa Qurrota Ainy.

Bukunya mengupas tentang kepribadian introvert yang sering disalahartikan diamnya, cueknya, dan sorot mata sinisnya.

Kita diam, kita salah. Ada yang lagi sakit, lagi ada masalah, temen habis diputusin, eh kita dianggap cuek bebek.

Kita fokus lihat seseorang, eh malah dibilang "Iri bilang bosss!!"

Introvert sering serba salah, pengen ngetik kalimat 'kadang serba salah' tapi terlanjur sering disalahkan.

Jadi begini, introvert hanya tampilan visual kasat mata aja yang kelihatan diam ayem tapi pikiran dan perasaannya sedang pesta pora.

Seperti yang dikatakan mba Urfa berikut ini.

"Keheningan adalah pesta yang meriah bagi pikiran dan jiwa. Undanglah kebahagiaan itu, maka ia akan datang."

Saya jadi teringat dengan kisah peralihan dari SMA ke masa kuliah.

Waktu itu saya diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di Sumatera Selatan. Pengumuman via website tersebut memberikan hasil bahwa saya lulus di jalur tanpa tes atau dulu dikenal dengan SNMPT.

Dengan pernyataan lulus pada latar hijau di pengumuman via website, membuat hati ini riang tak terkira. Anak mamak lulus.

Saya dan teman-teman kemudian masuk dan bersapa di ruang chat jurusan.

Saya menebak-nebak setiap karakter teman-teman seangkatan saya.

"Si ini paling rame nih di grup, pasti orangnya supel banget, aktif berbicara, pinter ngomong."

Dan yah, akhirnya saya bertemu dengan teman saya tersebut yang saya kira pasti sosok ekstrovert banget. Akan tetapi, si doi ternyata memang aktif berbincang melalui tulisan sedangkan bertemu langsung ia berbicara ala kadarnya, to do point serta masih terkesan ada batasan keterbukaan.

Lambat laun, karena doi sudah kenal dekat dengan saya, ia akan lebih terbuka dan banyak bicara. Persis seperti saya! Sebenarnya introvert ketemu introvert, enggak bakal kayak kuburan kok. Hanya saja memang mereka perlu waktu untuk mengenalnya lebih dekat.

Saya sendiri pernah mengulas tentang ekstrovert adalah pasangan yang cocok untuk introvert. Tulisan tersebut berdasarkan opini pribadi dan studi kasus pada fenomena umum yang memang sering terjadi.

Orang diam, pasangannya cari yang aktif berbicara. Orang bar bar, perlu diademkan dengan pasangan yang kalem. Dan lain-lain.

Selain, introvert dikenal dengan diamnya, kadang kala orang-orang menyematkannya dengan takut berbicara di depan umum.

Saya sendiri membatah pernyataan tersebut. Saya percaya bahwa introvert juga bisa ngomong!

Jangan Takut Berbicara di Depan Umum


Artikel ini merupakan bagian kedua dari Seni Menjadi Introvert. Sebelumnya, saya curhat (eaa curcol) mengenai pandangan umum orang terkait introvert yang dicirikan sebagai orang yang pendiam. Padahal mah seseorang diam karena memang ia pengen diam ehehehe.

Baiklah pada kesempatan kali ini, saya ingin mengumandangkan kepada seluruh introvert di tanah air bahwasanya "Jangan Takut Berbicara di Depan Umum," titik.

Saya rasa, artikel ini berlaku untuk segala jenis manusia termasuk ekstrovert sekalipun.

Tetapi, moon maap nih yee agak nyombong dikitlah. Artikel ini ditulis oleh seorang Introvert kece, dan ditujukan kepada introvert kece pula. Wkwkwk

Semoga pengalaman saya yang introvert ini dapat bermanfaat bagi kalian, manusia-manusia yang sering kali salah didefinisikan oleh kamus dunia.

Simak dan resapilah.

Resep Rahasia Agar Tak Takut Berbicara di Depan Umum

 

1. Berusaha Mempersiapkan dengan Optimal

Jika manajemen organisasi ada yang namanya planning, maka sebelum tampil di depan umum kita perlu merencanakan struktur isi dari apa yang ingin kita utarakan.

Bagaimana Planning yang saya lakukan? Mungkin bisa kamu lakukan juga.

Takut berbicara di depan umum

Kenali Audiens

Pertama, agar dapat meminimalisir rasa takut berbicara di depan umum maka kita perlu mengenali audiens. Siapa audiens kita?

Jika sobatkus sedang mengikuti lomba mendongeng tingkat SMP, biasanya audiens juga tidak jauh dari seumuran sobat. Kebanyakan adalah anak-anak yang hadir untuk menyaksikan. Pembawaan materi atau cerita perlu adanya adaptasi, seperti bertingkah jenaka, nada suara yang lebih lembut dan lucu, dan penekanan-penekanan yang santai lainnya. Anak kecil tidak suka pembahasan yang serius, ingat itu hehe

Lain hal, jika yang kita hadapi adalah presentasi lomba Karya Tulis Ilmiah, Esai, Pekan Ilmiah dan sejenis. Ini perlu adanya ketegasan dalam pembawaan materi. Yuk kenali, siapa audiensnya.

Susun Poin Materi

Dalam lomba esai tingkat kampus, saya pernah kepo dengan peserta lomba lainnya. Apasih yang ia baca, yang ia baca, itu kertas apa? Iya, saya penasaran dengan kertas salah satu peserta. Bukan kertas yang berisi karya yang ia lombakan. INI BEDA!! Mata saya menangkap kalimat-kalimat yang tertulis....

Ada salam pembuka, quotes menarik di awal, pembagian materi dengan partner team-nya dia, dan lain-lain.

Saya hanya melihat sekilas. Dan kalian tahu sobat? Si peserta tersebut sukses membawakan presentasinya dengan ciamik serta terstruktur dengan baik.

Sedangkan saya yang waktu itu masih tidak tau apa-apa, rasanya ada banyak poin yang menjadi blank ketika sudah tampil di depan. Nah untuk membunuh rasa takut berbicara di depan umum kita perlu mempersiapkan poin-poin yang ingin disampaikan.

Persiapkan Fasilitas Pendukung

Teman saya, Rian, pernah hujan-hujanan demi Pointer-Laser untuk persiapan lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan di Universitas Riau. Pointer sangat penting bagi kami yang ingin tampil mempresentasikan karya ilmiah di hadapan juri beserta audiens yang hadir.

Rian rela hujan-hujanan demi fasilitas pendukung, si kecil pointer. Dengan si kecil tersebut kami bisa menghemat waktu untuk perpindahan slide PPT. "Next kak, next kak, balik lagi kak ke halaman awal," hal itu sungguh menghabiskan waktu.

Pointer dapat mempermudah dalam presentasi serta lebih leluasi untuk lompat antar slide.

Selain itu, sobat juga bisa mempersiapkan brosur, poster, prototype produk, dan banyak lagi. Dengan adanya fasilitas pendukung dapat menambah value dari presentasi sobat, serta tentu dapat meminimalisirkan rasa takut berbicara di depan umum. Jadi lebih pede dong.

Latihan, latihan, dan terus latihan

Semakin sering kita latihan, maka akan semakin paham akan apa yang ingin kita sampaikan. Ketika paham, serasa nyantol gitu aja di kepala materinya.

Latihan di depan cermin, gunakan gesture tubuh yang baik. Kemudian, sobat bisa mengatur ritme pengucapan materi, rekam suara sobat agar dapat dievaluasi. Kecepetan nih, ulang lagilah. Dan kurangi kata 'Eee' yang keluar saat ada jeda mengingat, lebih baik diam sejenak kemudian melanjutkan.

Intinya, jangan berhenti berusaha untuk menjadi berani tampil di depan banyak orang.


2. Berdoa dan Beribadah Sebelum Memulai


Berdoa agar tidak Takut Berbicara Di Depan Umum

Tak ada mantra yang lebih mujarab selain doa kepada sang Maha Kuasa, sebelum memulai aktivitas untuk meminta kemudahan serta keberkahan.

Waktu dulu, saya dan partner team pernah ikut suatu lomba Karya Tulis Ilmiah. Sebelum hari pelaksanaan, seorang teman pernah berpesan untuk terus berdoa dan memperbanyak ibadah sunah.

Bagi seorang Muslim, ibadah wajib kami tentu Salat 5 waktu. Selain itu, ada pula ibadah sunah seperti salat dhuha, dzikir pagi dan petang, Qiyamul Lail, Baca Surah Al-Kahfi di hari Jumat, dan banyak lagi.

Setiap berdoa selalu meminta untuk diberi kelancaran dan kemudahan, serta meminta kelembutan hati yang mendengarkan kita sewaktu presentasi.

Juri hanyalah manusia biasa, audiens juga manusia biasa. Mudah sekali bagi Allah untuk membolak-balikkan hati mereka. Sungguh ini resep rahasia agar tak takut berbicara di depan umum yang super manjur. Namun, kembali lagi pada niat. Jangan sampai niat kita melenceng. Misal, saya pengen menang agar dikatakan keren, saya pengen menang karena duitnya gede, dan lain-lain.

Niatkanlah, semoga karya sobat bisa menyumbang ide perubahan untuk kebaikan umat. Semoga materi yang sobat bagikan bisa bermanfaat bagi banyak orang.

3. 3S (Senyum, Salam, Sapa)


Resep rahasia ketiga tentang cara menghilangkan rasa takut berbicara di depan umum adalah dengan menerapkan 3S untuk pembuka

Resep lama, namun kebanyakan dari kita melupakan ini.

Saya sering berbisik ke diri sendiri, "Senyum res, senyum, jangan lupa senyum."

Senyum di hadapan saudaramu itu terhitung ibadah dan bernilai pahala, lebih tepatnya dianggap sebagai sedekah. Sedekah yang paling sederhana adalah tersenyum. Rasanya kalau lihat orang tersenyum, kek ada lega-leganya gitu.

Kemudian, salam. Penting banget ini. Jangan sampai lupa ya hehe.

Setelah itu, sapa audiens.

Dalam proyek mata kuliah, kami disuruh untuk seolah-olah menjadi seorang Manajer. Saat itu saya di posisikan sebagai Manajer Departemen Marketing. Jadi, di setiap kelompok berisi 5 orang yang di posisikan sebagai manajer di masing-masing departemen.

Kami ditugaskan untuk membangun sebuah proyek, kemudian membuat laporan yang akan disampaikan di akhir mata kuliah.

Saya sangat menyukai tugas kuliah semacam ini, selain bisa langsung praktek tentu kita dapat mengasah skill serta belajar berkerja sama di dalam tim.

Pada saat pelaporan hasil tugas, kami mempresentasikannya seolah-olah sebagai manajer. Saya ingat sekali, kelompok kami diapresiasi karena membuka presentasi dengan baik. Kami tidak menyapa pak dosen dengan sebutan dosen, tapi kami menyapa beliau dengan sapaan "Direktur."

Dosen kami mengevaluasi masing-masing kelompok, beliau berkata ada hal sederhana yang sering luput dari perhatian yakni ucapan hormat kepada pimpinan/dewan juri/dosen serta peserta/audiens.

Tambah asik lagi, sebelum menyapa awali dengan kalimat yang menarik bisa kutipan tokoh, sedikit sajak, atau berpantun.

Yakin deh, kalau pakai resep ini sedikit demi sedikit rasa takut berbicara di depan umum bakal hilang. Enggak hilang sih, paling diminimalisir.

4. Tampil Percaya Diri, Yakinkan Bahwa Kamu Bisa!


Sewaktu saya masih unyu-unyu di masa putih-biru (SMP), saya pernah ikut lomba mendongeng. Kabar bahwa saya ingin ikut lomba, tersiar ke keluarga besar saya termasuk nenek saya.

Nenek saya yang masih kental dengan mitos-mitos orang jaman dahulu berpesan, "Biar kamu gak gugup, clana dalemnya dibalik." Dengan polosnya saya pernah mengikuti mitos tersebut. Tentu bukannya saya jadi santai, tapi gugup malah tambah menjadi gugup.

Jika diingat-ingat lagi di masa sekarang, momen tersebut menjadi momen terkocak dalam sejaran perlombaan yang pernah saya ikuti. Pengen jungkir balik dahh rasanya, ketawa guling-guling wkwkwkk

Bagaimana kiat tampil percaya diri? Jadi begini sobatkus, ketika kita sudah dengan optimal mempersiapkannya serta sudah pula dengan berdoa agar diberi kelancaran, saya yakin sobat introvert bisa tampil percaya diri di depan umum!

Dalam buku "Bicara itu Ada Seninya," salah satu cara meredakan rasa gugup adalah dengan mengucapkan mantra dengan penuh keyakinan.

Selalu berpikir positif, selalu memantrai diri sendiri dengan kalimat "Aku pasti bisa! Aku terbaik!"
Ucapan mantra itu bisa dilakukan dengan membayangkan diri sendiri sedang berada di atas panggung. Lama kelamaan rasa percaya diri akan muncul di dalam diri kita. Kamu berani, kamu pasti bisa melawan rasa takut berbicara di depan umum. Semangat Introvert! Ekstrovert juga boleh baca dong hehe.

Gimana? Masih gak percaya kalo introvert bisa ngomong di depan umum? Kamu pasti bisa.

Terima kasih sudah membaca Seni Menjadi Introvert Part 2: Jangan Takut Berbicara di Depan Umum.

Update terbaru, kepo lebih lanjut!:

36 Responses to "Seri Introvert 2: Jangan Takut Berbicara di Depan Umum"

  1. Kalau ngomongin tips bicara depan umum, saya jadi ingat ucapan guru saya dulu,"anggap saja teman kamu ini, monyet."

    Tapi, mengutip kata bang Arip kemarin, ngobrol biasa beda dengan bicara di depan umum. Ada yang introvert bisa jadi orator yang hebat. Disamping itu, seri tulisan ini sepertinya menarik untuk diikuti. Saya ingin liat pembahasan berikutnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya bikin seri sebenarnya karena kalo disatuin dalam satu artikel itu puanjang bener pembahasannya, jadilah saya pecah menjadi dua seri. Ada lanjutannya atau tidak masih dipikirkan wkwkkkwk

      Btw thanks sudah mau membaca dari seri 1 hingga seri 2 huaaa

      Delete
  2. Setuju banget sama poin latihan, latihan, latihan. Karena itu membiasakan kita untuk bisa dan nyaman ketika tampil di depan orang lain.

    Makasih kaak atas info dan tips-tipsnya! Salam kenal yaa πŸ˜€

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya bener, semakin sering latihan maka semakin terbiasa.

      Salam kenal juga kak, terima kasih sudah main ke sini :D

      Delete
  3. Sejak masuk kuliah, karena sering nimbrung di forum diskusi (nonton doang), lama kelamaan ngebentuk dorongan diri: gua harus bisa kayak dia nih

    Makin ke sini saya justru bingung ngebedain introvert dan ekstrovet. Tapi kalo saya kayaknya pantesnya disebut textrovert deh huehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa itu textrovert wkwkkk

      Manusia teks yah huaaa

      Delete
  4. Pengen banget bisa cuap2 di depan publik tanpa perasaan hati yang berguncang.. heheh jujur, saya orangnya masih suka gemeteran kalau disuruh bicara di depan publik. Kdang suka iri sama orang yang bisa ngomong baik di depan banyak orang, nyampein pendapat mereka.. Lah saya mah harus ditulis dulu apa yg mau di omongin biar nggak glagapan..

    Tipsnya oke2 nih... Kalau saya biasanya dari semalemnya udh tak coba ngomong di depan kaca. biar besok pas tampil udh paham alurnya gimana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama, saya juga kudu ditulis dulu juga kalo ngomong di depan umum. Lain hal kalo ngomong doang ke temen, ya kali mau ditulisin juga wkwkk

      Delete
  5. Salah satu tips buat latihan untuk ngomong di depan umum adalah belajar ngomong di depan kaca. Aku pernah praktikkan, tapi begitu tiba saatnya harus ngomong di depan umum, tetap aja buyar semua πŸ˜‚
    Sepertinya memang persiapan aku yang kurang matang, dan nervous yang parah banget hahaha.

    Anyway, Terima kasih tipsnya Reskia! Bermanfaat banget buat teman-teman introvert pastinya πŸ˜‰

    Btw, aku nggak tahu sih apa aku introvert atau bukan, tapi yang jelas, aku bakalan jadi super ramai kalau ketemu sama teman-teman dekat dan bakalan jadi pendiam banget kalau bertemu orang baru πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang mbak, ambyar yah kalo udah di depan umum. Ya paling kalo saya, tarik napas dalam-dalam dulu. Terus satu lagi yang terpenting adalah berusaha untuk tersenyum dan tampil sesantai mungkin eaa~

      Hehe sama mbak, emang ya kalo udah temen deket apapun topiknya nyambung aja gitu. Tapi kadang kalo topiknya gak kita suka, ya itu paling diem aja hahaa

      Delete
  6. Ngomong2 tips berbicara dpn umum.. Guru saya pernah membanggakan muridnya yang kalo ngmng itu wahhh banget org pada dengerin dan fokus pada dia..

    Suatu ketika saya sempet bertmu dengan kakk itu.. Dan saya memberanikan diri buat nanya tipsnya..

    Beliau jawab simpel "cukup menghargai org lain, mendengarlah disaat posisimu sebagau pendengar, dan berbicaralah saat posisimu sebagai pembicara"

    Gua praktekin, ajibb gann.. org2 pada merhatiin kita dan makin pede aja, walau awalny smpet gugup sendiri.. Sedikit kok Wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kok komennya kayak mau promosi gitu wkwkk

      Iya bener, kalo mau dihargai ya yang pertama dilakuin ya menghargai orang lain dulu dong :D

      Delete
  7. Hueee makasih tipsnya, otw cobaπŸ˜‚

    ReplyDelete
  8. weheee keren tipsnya, dulu juga pernah dapat tips dari kating waktu gugup bicara depan umum, disuruh baca Alquran dulu biar hati tenangπŸ˜‚

    ReplyDelete
  9. Salah satu yang membuat grogi dan gemetaran pada saat tampil di depan umum adalah dimana sebelum tampil bahan-bahan yang akan disampaikan sudah akan meledak-ledak dikepala. Tetapi jika sudah didepan, hilang semua.. πŸ˜†πŸ˜†

    ReplyDelete
  10. saya lulus di jalur tanpa tes atau dulu dikenal dengan SNMPT.

    Kurang "N" nya, kii. Hhehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak udah sadar pas baca kemaren, belum sempat diedit. Thks kak Dodo!

      Delete
  11. Dari dulu sampai sekarang, latihan sebelum tampil di depan umum itu penting. Karena saya pribadi kalau audiensnya beda, materi yang dibawakan beda, pasti aura saat di depan umum juga bakal baru lagi. Jadi kunci latihan, latihan, dan latihan memang benar adanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk sebelum tampil, jangan lupa latihan dulu agar dapat meminimalisir rasa takut berbicara di depan umum huaa

      Delete
  12. Dulu saya adalah seorang introvert, namun perlahan-lahan saya mencoba untuk melawan rasa introvert tersebut dengan cara memberanikan diri. Cerita ini sangat mirip dengan kisah saya. 😍😍😍

    ReplyDelete
  13. Wah ini juga masih menjadi salah satu masalah bagi saya. Masih sering gugup gitu apalagi kalau lawan bicaranya banyak.
    Sepertinya saya bisa ikut mencoba tips yang mbak berikan ini ya, biar lebih pede lagi

    ReplyDelete
  14. Mbak, teerkadang beberapa hal di atas sudah kita siapkan dengan baik, akan tetapi, mengapa dirasa masih gugup dan kadang gugup itu membuat kita puyent apa yang pengen kita omong?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener yogi, memang sangking gugupnya segala rasa itu hadir. Mbak sering keluar masuk wc, mules rasanya sangking gugup wkwk

      Perlahan-lahan dikurangi dengan sering latihan dan beberapa tips di atas agar tidak takut berbicara di depan umum deh hehe

      Delete
  15. Memang sangat grogi jika berbicara didepan umum, apalagi harus menggunakan kalimat-kalimat baku.
    Jika menggunakan kalimat-kalimat yang nyablak, pasti ga grogi. hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyablak kayak mau nyinyir gitu kak? wkwk bisa bisa yah, kalo agendanya kayak lambe turah :D

      Delete
  16. Saya anggota osis di sekolah, saya sering jadi MC, kadang agak gugup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ouh iya saya juga pernah jadi MC upacara, gemetar sih iya. Habis dari acara tapi saya seneng banget, kek lega gitu udh berani tampil :D

      Delete
  17. Dulu ada org bilang, biar gak takut/gerogi bicara di depan umum, anggap aja para audiens itu patung yang berjejer.

    >>iotomagz<<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yang parah lagi, katanya anggap aja monyet wkwkk

      Delete
  18. Emang yang Ekstrover dak pemalu kalau tampil di depan umum?
    Apakah hamya introver saja?
    Lalu bagaimana dengan ambivert?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak tanyo mamang ini T_T

      Ini pembahasan secara umum sobatque. Btw thnks untuk pertanyaannya :v

      Delete

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel