Skripsweet 2: Balada Semester Akhir

Daftar isi [Tampil]
Baca juga:
Balada Semester Akhir
Balada Semester Akhir

Ini adalah sebuah cerita yang tingkatannya lebih seram dari cerita horor. Bahkan kisah ini membuat banyak orang berhati-hati dalam memilih kata, takut kata itu bisa menikam sanubari. Ya, bahkan ketika saya mengetikkan beberapa kata di sini rasanya cukup berpikir beberapa kali. Ahh ntahlah, mungkin apa yang terlintas langsung kutuliskan saja karena setiap kata ada kamu (skripsi) yang hadir bergentayangan di pikiranku.

$ads={1}

Pada tanggal 19 Oktober 2020 merupakan tanggal di mana saya akhirnya dapat dosen pembimbing. Pada cerita sebelumnya saya telah menuliskan banyak drama yang telah saya lewati selama ini. Mulai dari bergonta-ganti judul sebelum memperoleh SK Dosen Pembimbing hingga drama pemberkasan yang dilanda virus.

Dunia tengah dilanda corona, segala-galanya berubah drastis. Entah saya cukup jengah untuk berkata, #dirumahaja tho tanpa disuruh saya always everetimeee di rumah. Keluar jika perlu.

Semester 7 kemarin, saya patut berterima kasih kepada diri sendiri. Kamu telah berhasil melewati masa-masa yang melelahkan. Menghabiskan waktu di rumah saja dengan mata kuliah yang harus kamu ulang + menyicil proposal penelitian. Terima kasih Aku, I luv you💖

Baca dulu:

Menahan Gejolak Hati

Layaknya seseorang yang tengah dimabuk skripsi, sudah barang tentu kau tahu banyak diantara mereka yang berpusing ria. Hanya sedikit yang beruntung melewati masa-masa tersebut dengan indah.

Teman saya selalu berkata, "Nikmati aja, beberapa tahun yang akan datang kamu akan rindu di masa-masa ini. Kamu akan mengenangnya bahwa kamu hebat telah melewati proses ini." Sederhananya begitu ucap dia.

N I K M A T I.

Aneh saja, mungkin karena saya sudah kepalang tidak jatuh hati lagi padanya sehingga membuat saya kerap melupakannya. "Ah dahlah mending ngeblog aja." Atau kadang saya terlalu berlebihan, Self reward duluuu - nonton dulu ahh. Aneh saja, seharusnya reward muncul setelah saya berhasil mencapai target.

Hidup sudah luntang-lantung, dalam sayup-sayup malam kadang ada hati yang bergejolak. Ada hujan yang deras. Ada bunyi tersedu-sedu yang hadir. Menahan gejolak hati memang sulit. Sekadar berkata, "Iya emak bentar lagi selesai" begitu saja sudah tidak tertahankan. Ingin meledak-ledakk.

Atau ada tanya dari adik kecil, "Kapan ayuk balek?" Cukup membuat gejolak hati ini kembali tersedu.

Mendoakan Beliau

Memang benarlah kata orang, jurus langit adalah jurus yang paling ampuh mengabulkan permintaan. Seperti rutinitas yang selalu diulang, berdoa menjadi cara yang paling dan sering dilakukan.

Sebuah postingan yang membuat saya terketuk bahwa Allah Subhanalluawata'ala Sang Pembolak-balikkan hati. Jurus langit, "Ya Allah mudahkanlah aktivitas dosenku, perlancarlah setiap aktivitasnya. Berikanlah hamba kemudahan dalam menyelesaikan skripsi....." menjadi sering dilontarkan. Melalui sebuah postingan yang memberikan tips mahasiswa akhir ini, saya terketuk wah benar juga selama ini hanya berdoa untuk pribadi.

Dahlah cukup, dilanjutin lagi nanti artikelnya atau update di artikel sebelah. Belum klimaks wkwk. Balada Semester Akhir, kek judul macam apa pula ini huhuhu

Post a Comment

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Lebih baru Lebih lama