Puisi: Bukan Haus, Bukan Lapar

gelas

Aku seperti gelas kosong yang meminta air
Atau semangkuk bakso yang meminta saos dan kecap
Atau seperti rumah yang meminta penghuni

Aku bertanya
Wadah mana yang bisa menampung rasa?
Kamus mana yang bisa mendefinisi rasa?
Jangan-jangan rasaku terpenjara di sudut pemikiran
Terkurung meminta kunci pada tuan yang ilusi

Begini, aku tau aku haus
Bukan berarti aku butuh minum
Aku tau aku lapar
Bukan berarti aku butuh makan
Kadang kala logika tidak harus simetris

Mei, 2020

Update terbaru, kepo lebih lanjut!:

7 Responses to "Puisi: Bukan Haus, Bukan Lapar"

  1. wah puosi nya keren kak.. izin share ya :)

    ReplyDelete
  2. Menulis adalah jawaban segalanya

    ReplyDelete
  3. Keren.
    Ngga nyangka loh ternyata pandai nulis puisi ..

    Ngomong-ngomong ikon blognya cute.
    Bikin dimana itu, kak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Curahan hati wkwk

      Itu bikin di aplikask ibis paint x kak. Dibikin dengan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) wkwk

      Delete
  4. untung gak haus kasih sayang :(

    ReplyDelete

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel