Cerita Malam (Vol. 0)


Malam ini hanya ada aku dan kamu. Tak ada dia ataupun mereka. Malam yang dingin tanpa selimut dan secangkir kopi.

Setelah menelan beberapa pil pahit, rasanya kantuk mulai bertamu. Pada kantung mataku yang ada kamu. Ingatlah, semakin hitam bulatan kantung mataku artinya aku semakin cinta padamu.

Cinta ini nyata. Jika bukti yang dirimu pinta, sudah jelas jawabannya. Apalah arti bukti. Pembuktian atas cintaku yang selama ini, rasanya terlalu kecil untuk sekadar ku beri tahu.

Aku tak pernah malu untuk memamerkan bukti cinta ini kepada semesta. Semesta pun seakan tak pernah marah jikalau aku terlalu sombong mempunyai kamu. Kamu yang tiba-tiba tersesat dalam lini masa hidupku, mengisi dimensi kosong pada secangkir kopi. Hari ini tidak ada kopi. Aku jengah dengan kopi. Kamu ibarat candu dan kopi menjadi sobat karibmu. Tak ada secangkir kopi bukan berarti tak ada kamu.

Malam ini akan ada perbincangan hangat soal warna dan gaya. Aku suka hitam dan kau suka putih. Setidaknya biarkan abu-abu menjadi penengah di antara kita. Aku suka gaya minimalis dan kau suka gaya maksimalis. Setidaknya biarkan perpaduan kedua gaya menjadi lebih harmonis.

Malam yang panjang, takkan kubiarkan dirimu mematung dan membisu. Habis kau, kulahap hingga habis. 

Cerita malam,
Mei 2020

18 Comments

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

  1. Sabar sabar, baru volume 0. Lanjutannya masih ada, sabar...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bingung sebenarnya mau bikin judul apa. Tiba-tiba muncul ide, yaudah ditulisin kayak gitu wkwk

      Delete
  2. Daleeeem 😁

    Berasa banget begadangnya ini mba πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di rumah jarang saya begadang mba. Itu nulisnya masih di jam normal kok. Bahasanya aja rada lebay🀣

      Delete
  3. jadinya ga jelas dong mba haha. dan ga blend satu sama lain trkait warna

    ReplyDelete
  4. Wahh keren kak maknanya

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa .. terpaksa kuhapus karenaaa .. banyak typo-nya πŸ˜… !

      Delete
    2. Iya kak gpp, hapus ajaπŸ˜‚

      Delete
  6. Jangan sering begadang, kak .
    Nah tuh, lihat ... ada cekungan warna hitam di sekitaran mata.
    Ntar kayak mata panda loh 🐼

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mata panda �� apa mata mbak Kunti mas.��

      Delete
    2. Jarang kok kak begadang. Tulisan saya di atas penuh dengan hiperbola sih, jangan dianggap beneranlah ya :v

      Delete
  7. Asyik, akhirnya mbak Kus bikin cerpen juga nih, cuma ini masih volume nol jadinya belum tahu garis besar jalan ceritanya.😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu gak tau cerpen atau apa kak. Bingung itu tulisan kategorinya apa. Curhat ala-ala cerpen wkwk

      Delete
  8. Ehemmm, deep banget mbaa hihi short but meaningful :D
    Jadi penasaran sama vol-1 sampai vol-100nya :>

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwk iseng aja mba, gak tau untuk vol selanjutnya mau nulis apa

      Delete

Post a Comment

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Previous Post Next Post