Aku Bukan Pohon

Daftar isi [Tampil]
Baca juga:
hijau pohon
Pohon

Aku bukanlah pohon yang dapat meneduhkan. Bukan yang hijau nan menyejukkan. Barangkali ekspektasimu terhadap diriku terlalu tinggi. Berharap mampu menghangatkan, memelukmu hingga tertidur pulas. Tidak, aku bukanlah pohon yang mengalir air di antara akar-akar.

Pohon akan tersenyum bila bertemu matahari, aku jelas akan mengernyit bila bertemu dengannya (matahari).

Bagaimana mungkin, orang sepertiku yang tidur pun harus menutupkan kain di atas mata, kemudian dipaksa tidur dengan membelalakkan mata?

Aku tak mengerti caranya menghangatkan. Dalam kamus hidupku, aku tak pernah diajarkan untuk menghangatkan orang lain. Bagaimana mungkin aku bisa menghangatkanmu? 

Layaknya pohon, ia bahkan mampu menjadi rumah bagi rumah-rumah yang hidup di tubuhnya. Maaf, aku bukan pohon. Menghidupkan jiwa pada diriku saja, aku masih tertatih-tatih. 

Aku bukan pohon yang tumbuh dari tunas muda yang segar. Bukan pohon yang berbunga harum. Bukan pula pohon yang berbuah manis.

Ada satu yang mungkin menjadikan aku seperti pohon, rapuh dimakan usia. Atau seperti ranting pada pohon yang mudah patah.

Sekali lagi, aku tetap bukan pohon yang meneduhkan.

Pict by: unplash.com

14 Komentar

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

  1. Jadi inget syajarotun thoyyibah..

    Perumpamaan orang yang baik seperti pohon yang baik~

    BalasHapus
  2. Aku bukanlah pohon yang dapat meneduhkan

    Bukan yang hijau nan menyejukkan

    Kalo bukan pohon hijau yang meneduhkan, apa mungkin pohon tauge ya.πŸ˜‚

    Minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin ya mbak Kus. Mohon dimaafkan segala salah selama ini dalam ngeblog.πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pohon tauge wkwk

      Iya kak saya juga ya, mohon maaf lahir dan batin hehe

      Hapus
  3. aku memang bukan pohon, tapi berharap mampu seperti pohon

    BalasHapus
  4. kamu memang bukan pohon, kamu adalah anak perempuan kesayangan bapak ibumu haha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cieee mas khanif.πŸ˜ŠπŸ˜‚

      Hapus
    2. Nah kenapa nih kak dicie-in wkwk

      Hapus
    3. Iya betul kak khanif, saya anak perempuan anak bapak sama emak :")

      Hapus
  5. tetapi ga apa mba, menjadi pohon yang bisa membuat nyaman orang utk istirahat

    BalasHapus
  6. Uww keren banget tulisannya hehe
    kamu memang bukan pohon, kamu adalah dirimu sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya manusia kak, ya bener bukan pohonπŸ˜‚

      Hapus

Posting Komentar

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Lebih baru Lebih lama
Konten Unggulan