Tanya?

Daftar isi [Tampil]
Baca juga:


Jika kau berulang kali bertamu di mimpiku
Apakah itu rindu?

Jika senyum sudah terbayang ke sekian kali
Apakah aku gila?

Langit kelam, apakah ini akumulasi dari rindu yang terpendam?

Apakah hanya aku yang gila sendirian? Sebab yang kulihat, kau masih tetap tampak normal.

Atau kau diam-diam juga merindu?

Apakah ini sajak dengan judul 'tanya'?
Di ruang-ruang hampa pertanyaan ini seakan melayang kesana-kemari.

Adakah tanya yang mampu kau jawab?
Kau masih tetap diam.

Belakangan ini, kau sudah tak tampak lagi di lini masa hidupku.
Ruang segala asa, harap, impian dan sinonim lainnya.

Mungkinkah kau sudah lelah dengan segala tanyaku?
Akankah ini menjadi isyarat bahwa kau perlahan ingin mundur?
Atau kau telah lelah menanam rindu, sehingga takkan ada lagi bunga tidur yang berjatuhan di kasur.

Begini, tak mengapa kau pergi
Bukankah itu hakmu untuk beranjak kembali lari?
Lari mengejar rindu-rindu yang lain
Misalnya, Rindu dengan Tuhanmu
Tuhanku Juga
Tak mengapa memang lebih baik kita merindu padaNya
Hanya saja yang kukenal, kau adalah lelaki sang penabur rindu pada banyak hati wanita malang.
Kasian.
Ouh aku yang malang dengan segenap tanda tanya yang melayang-layang.

12 Komentar

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

  1. Puisinya bagus, pengen banget belajar bikin puisi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kakak hehe
      Itu hanya luapan emosi yang saya salurkan melalui tulisan, jauh dari kata bagusπŸ˜…

      Hapus
  2. πŸ‘πŸ‘ keren puisi karyamu, kak ...

    Mengena dan terasa dalam πŸ‘ŒπŸ‘

    BalasHapus
  3. Tanya - itu nama temenku, seriusan ada nama orang namanya tanya wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah seriusan ini? Baru kali ini denger yang namanya tanya. Paling yang saya tau itu, anya doang wkwk

      Hapus
  4. Jangan lagi merindu sosok lelaki semacam itulah, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha hanya puisi untuk melampiaskan emosi saja kak. Kalo perihal merindu beneran, i dunno. Hanya perasaan sesaat saja, inipun dipaksa untuk melupakan segala yang ada ehe

      Hapus
  5. jadi ini ceritanya kecewa mba? hehe dengan lelaki yg tebar pesona

    BalasHapus
  6. Ini intinya jomblo ya.?wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hey, kamu itu jomblo juga ya. Harap komen yang benerπŸ˜‚

      Hapus

Posting Komentar

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Lebih baru Lebih lama