[PUISI] Menangis


Hari itu kau dilahirkan
Hanya kau seorang diri yang menangis
Sedang keluargamu terharu bahagia
Rengekmu oe oeek
Bulat memerah tubuhmu
Hangat, bau khas gumpalan daging hidup.

Apakah dunia benar menyambutmu dengan bahagia?

Beranjak tumbuh daging empuk
Menjelma malaikat kecil lucu, kesayangan Ayah Bunda.

Pipimu kadang semu merah merona
Hatimu bergemuruh meronta bahagia
Kala dirimu melangkah meremaja
Aduhai parasmu sayang.

Pangeran menjemputmu
Muda-mudi cemburu
Seluruh penjuru merayakan pestamu
Kau bercumbu
Hei mati lampu.

Mati lampu!
Kau terbangun
Kali ini dinding yang kau tatap bukan beton
Bukan Beton
Bukan kasur empuk yang kau tindih
Lalu apa?
Kau mencari penerang di tengah gelapnya ruang.

Kau menyadari, lalu bangun
Sendiri
Sepi
Kau menangis lagi
Menangis seorang diri
Orang-orang pun menangis
Menangis, lalu meninggalkanmu di bawah sana.

Apakah dunia benar menyambutmu dengan bahagia?
re, Januari 2020

Update terbaru, kepo lebih lanjut!:

0 Response to "[PUISI] Menangis"

Post a Comment

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel