Selamat Mengembara Wahai Lelaki, Carilah Wanitamu Itu

Senja by anonim

Bismillah....
Ya Allah, Astagfirullah hamba terlalu cinta pada makhlukmu.
Pikiran hamba tertaut akan sesosok lelaki itu.
Rasanya kenapa begitu menyiksa Ya Rabb.
Kenapa rasa ini tiap hari selalu bertumbuh.

Hamba kerap berbohong dengan rasa ini,
Mencari pelampiasan untuk menutupinya.

Ntah ini yang kesekian kali hamba mengadu, mengeluh perihal rasa.

Hamba tak mengerti, kenapa Engkau hadirkan ia di hidup hamba ya Rabb.

Hamba tersiksa, kami tak jelas, tak ada ikatan apapun, harusnya hamba sadar, tak baik terus-terusan membohongi hati.

Kepada lelaki itu, Adakah kata-kataku ini sampai dibenakmu malam ini?

Adakah ?

Pergilah, pergi, dan pergi menjauh.
Tak usah kembali pulang merajut cerita lama menjadi semakin apik.
Aku sudah kepalang kusut dengan benang-benang cinta tak karuan.

Maafkan aku, aku telah salah memancing buaya yang tertidur.
Buaya-buaya lain mulai terbangun,
Kiraku dengan bermain kata bersama buaya lain, aku akan lupa padamu.
Nyatanya pikiranku tetap tertuju padamu.

Sejauh apapun pikiranku berlari, tetap bermuara kepada kamu.
Apa harus aku hilang ingata dulu, supaya lupa padamu?

Aku ingin kembali pada suasana kita yg asing dulu, belum mengenal satu sama lain, belum terpaut rasa, belum terjalin kisah.

Apakah kau tak menyadarinya? Di tulisan ini aku sungguh kacau, iya kau bisa membacanya dari kalimat-kalimat di atas.
Membacanya seakan tersulut emosi, kenapa cinta bisa sekacau ini?
Adakah pihak yang membakar emosi ini?
Kau pasti tau, cinta yang tumbuh di hati anak manusia yang tak terikat janji suci akan dibumbui oleh makhluk durjana.

Memang tugasnya begitu, menyesatkan kita.

Jadi, apakah kau masih mau melanjutkan teka-teki rasa ini?
Pergilah, pergi dan menikahlah kau.
Kulihat kau sudah siap, sedangkan aku masih berproses.
Aku juga lupa, kau hanya singgah.

Pergilah sana, nikahilah gadis yang menentramkan jiwamu.
Lalu aku setidaknya bisa tenang, kau sudah punya tempat berpulang dan beristirahat.

2020

(Ini merupakan luapan emosi, biarlah semuanya tercurahkan disini. Saya malu sama Allah, setiap kali curhat masalahnya gitu-gitu aja tak ada ujungnya. Mungkin saja jika ditulis disini saya tak mengadu lagi kepadaNya).

Sekalinya jatuh, sejatuh-jatuhnya diriku hingga tersungkur.
#stopbaper
Previous Post Next Post