Reski Harus Kuat dengan Segala Mata Memandang dan Bibir Bergoyang

senja



Salah aku apa? Kenapa seberat ini rasanya. Tempat ternyaman hanyalah rumah, aku takut untuk ke luar melewati zona batas keteduhan ini.

Ibuku begitu nyaman dengan caranya sendiri. Tapi aku tak pandai menikmati rasa sepi dan sendiri tanpa interaksi.

"Klo emak di rumah ada aja kerjaannya, nyuci pakaianlah, piringlah, masak, mengurus adek2mu res"

Kemudian kalimat itu disambung "lah kamu kayak nggak betah gitu".

Aku sedih. Teramat sedih, bahkan di saat menulis ini uraian tangis menertawaiku seakan menganggap diri ini bodoh.

Se-aneh itukah aku? Tak layakkah aku menjadi salah satu teman di geng kalian yang nampaknya sangat asik dan bersahaja itu.

Aku sepi, ini serius!! Ntah berapa jaringan otak negatif yg tersusun sekarang, aku benar-benar sedang bernafsu untuk menuliskan segala pemberontakan atas kebodohan rasa sepiku ini.

Aku ingin keluar dari area kalian, ku ingin menikmati rasa kehidupanku yang dulu. Tawa yang tidak dipaksakan, pundak-pundak yang hadir tanpa ditawar, rangkulan-rangkulan yang hangat, dan cerita yang renyah.

Aku pernah tak sengaja menumpahkan emosi di salah satu seseorang yg nampaknya bisa menerimaku, dan sedikit nasihat darinya "Di luar sana banyak teman-temanmu res, mereka ada namun kau saja yang tak terbuka. Mereka pasti akan mendengar keluh kesahmu jika kau membuka kesempatan baginya untuk bercanda denganmu. Ayolah semangat"

Sangking negatifnya kepala ini hal yang sungguh tidak penting terurai dengan sangat ciamik "Postingan ig beserta komentarnya akan menunjukan seberapa banyak relasi dan orang yang menerimamu" Pikirku gila.

"Pantas si X byk komen, lah dia sangat humble, lah diakan simiwing gitu" Lihatlah betapa kotornya pikiran ini.

Lama ku merenung dan menulis sad story ini, tampaknya aku butuh deterjen untuk mencuci otakku. Udah level berapa res dirimu sekarang? Tentunya sudah bukan level pemula (level=umur).

Sekarang yang kau rasakan bukan mode easy lagi, sekarang sudah hard!!! Dan dunia kerja nantinya akan segera menjadi master!!!!! Mungkin kau sekarang lagi labil-labilnya, ya mungkin karna usia belas-belasmu akan berangsur habis.

Sadar kamu sudah nggak anak kecil lagi, merengek-rengek nggak jelas. Aku kuatt, kuat dengan segala mata memandang, dan bibir bergoyang.

Untuk kamu yang hanya menganggapku teman formalitasmu, terima kasih karna sudah menambah list teman bayang-bayangku.

Untuk kamu yang menganggapku teman kontak hapemu, terima kasih karna sudah menambah virtual friends yang aku punya.

I love youuu, ah sudah ku katakan jangan menatapku seperti melihat orang yang butuh dikasihani, sudah dari sononya begini. Sudahlah sudahh, habis panjang cerita ini.

Jangan sedih, berat. Cukup aku saja hehe. Alhamdulillah dipenghujung cerita banjir di pipiku mulai surut. Menulis memang benar-benar terapi menyehatkan dari segala tindakan bodoh, ya taulah tindakan apa yang akan diperbuat di saat kesadaran mulai dikuasai sang devils. Huhu menulis membuatku tenang.....

Update terbaru, kepo lebih lanjut!:

0 Response to "Reski Harus Kuat dengan Segala Mata Memandang dan Bibir Bergoyang"

Post a Comment

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel