-->

Hati, Tuan!


"Tuan? Mau pergi ke mana?" Tanya aku pada seseorang.

Tuan hanya diam menatapku. Pagi sekali ia pergi dari rumah, menuruni anak tangga dengan perlahan.

Aku tak tau arah ia pergi, yang kulihat ia hanya memakai sendal yang berbeda pasangan. Sepertinya sendal yang ia pungut dari tumpukan sampah minggu lalu. Sandal yang satu hanya sebelah kanan dan satunya lagi hanya sebelah kiri.

Muka tuan hanya ada warna suram, tak ada sedikitpun aura bahagia. Kemana ya Tuan akan pergi, batinku.

Sore itu, Tuan pulang membawa sesuatu di dalam sekantung plastik hitam. Tuan tau? Aku setengah mati penasaran. Kulihat ada tetes darah yang jatuh ke lantai dari kantung plastik itu. Warna mukaku langsung menghijau.

Pagi-pagi aku menyapa Tuan.

"Tuan! Saya mau ke pasar mau titip sesuatu?"
"Hati," sebutnya lirih.
"Apa Tuan?"
"Hati, hati, hati" sebutnya berulang kali.
"Tuan suka hati?" tanyaku.
"Iya, iya, saya suka makan hati" Kulihat ia murung setelah mengucap kalimat tersebut.

Update terbaru, kepo lebih lanjut!:

14 Responses to "Hati, Tuan!"

  1. Kirain sang Tuan sukanya makan uang. Bisa dipastikan, itu Tuan... Kreb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuan kreb, wahh udah lama gk nonton spongebob :3

      Delete
  2. lah..sampaikan ke Tuan, supaya cek asam urat karena suka makan Hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh gitu ya dok? Kalo sering makan hati yg dicek asam uratnya๐Ÿ˜…๐Ÿ™ˆ

      Delete
  3. Si 'Aku' sepertinya membatin bimbang. Mau prasangka kalimat perhatian tapi nanti ke gr-an๐Ÿคฃ

    ReplyDelete
  4. Tak kiranin cerita horror ini, mba ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
  5. Semoga si Tuan segera menemukan sang Nyonya, wkwk..

    ReplyDelete
  6. Sad ending nih... Si tuan ternyata sedih karena makan hati. Sabar ya tuan...

    ReplyDelete

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel