Membentang Jarak

Jarak

Jika di dalam buku Kakek Sapardi “Pingkan Melipat Jarak” maka dalam cerita saya kali ini akan bercerita seputar kisah saya yang membentangkan jarak, hingga mungkin bunyinya akan seperti ini “Reskia Membangun Jarak”.

Kali ini 1minggu1cerita mengusung tema jarak, sebelumnya saya ceritakan dulu tentang 1minggu1cerita. Disingkat 1M1C, program ini merupakan program menulis mingguan yang diinisiasi oleh blogger se-Indonesia. Persis sesuai namanya, 1M1C menuntut kita untuk berkomitmen menuliskan satu cerita atau artikel untuk persatu minggunya.

Saya baru satu bulan mengikuti 1M1C ini, pada minggu pertama mengawali bulan April untuk pertama kalinya saya mencicipi tema di 1M1C yakni bertemakan Jarak. Dimana, pada hari minggu (sebelum senin pastinya), kami diminta untuk memilih pilihan tema di grup Whatsapp. Ada beberapa tema yang diusung oleh admin 1M1C yakni Jarak, Kenangan, Kegelisahan, Puasa, dan Kesehatan. Saya sendiri memilih kenangan, ehehe.

Oke, baiklah kembali pada topik cerita pada artikel kali ini. Jarak, agar menyamakan persepsi marilah sini akan saya bisikkan definisi jarak. Jarak menurut KBBI itu adalah ruang sela. Sela-sela itulah jarak, okey. Bukan, jarak pada pohon jarak itu. Yak arena jarak di KBBI ada dua makna hehe.

Kenapa saya membentang jarak?

Saya adalah manusia yang inginkan kedamaian. Rasanya bukan hanya saya, pasti kamu juga menginginkan itu. Kedamaian seperti apa yang dimaksud ? Saya benci konflik, saya benci permusuhan. Dulu selagi kecil saya sering marah-marahan dengan teman saya hanya karena hal sepele. Saya tidak suka konflik, saya lebih memilih menjauh ketimbang main jambak-jambakan rambut.

Ya, saya membentang jarak demi meredakan konflik. Lantas apakah saya bermusuhan terus dengan teman saya ? Tentu tidak, setelah saya membentangkan jarak muncullah rindu. Rindu ingin bermain lagi, rindu dengannya untuk tertawa bersama. Jadilah, kami kembali baikkan lagi. Dasar bocil.

Jarak meredakan konflik

Kebiasaan saya membentangkan jarak untuk meredakan konflik ini pun berlanjut hingga saat ini. Teman dekat saya mengerti betul bagaimana meredakan emosi labil seorang anak manusia ini. Di saat saya merajuk, alih-alih membelikan permen lollipop teman saya langsung bertindak untuk mendiamkan saya saja sendiri.

Begitulah, mereka yang benar-benar mengenal saya, dia akan paham ketika ada konflik harus didiamkan saja dan membiarkan saya untuk membangun jarak dengannya. Lagi-lagi saya dengan sendirinya kembali riang, kembali dengan jutaan cerita receh saya.

Menjarak pada cinta

Menjarak cinta berarti membuat jarak pada cinta. Saya tidak bisa jatuh cinta. Ketika seorang anak manusia seperti saya ini dirundung cinta, itu malapetaka. Saya akan sekuat mungkin untuk menjauh, menjarak pada cinta. Cinta memunculkan konflik batin tersendiri bagi saya yang ranum ini, masih labil. Saya akui diumur saya yang berkepala dua tidak mengartikan bahwa saya sudah dewasa, saya masih main kucing-kucingan dengan cinta.

Menarik-ulur jarak merangkai cinta. Saya akui saya yang salah memancing yang namanya cinta.

Lantas bagaimana saya menjarak pada Cinta?
Jadi, begini ceritanya….

Dulu, sewaktu jaman ABG, jaman masih pakai baju putih ke sekolah saya hobi banget main-main sama lelaki. Ya, biasalah hanya berniat untuk temenan saja. Lain dari niat saya yang awal, teman saya menganggap lebih. Saya yang senang bermain catur dengannya, malah disalahgeserkan hingga teman saya ingin bermain rasa.

Iya, dia ingin lebih dari sekadar teman bermain catur. Saya yang sudah membentengi diri dari yang namanya cinta, mau tidak mau saya harus menjauh, membentangkan jarak padanya. Hingga nomor handphone yang menjadi tempat pembuktian cintanya, saya patahkan. Saya ganti nomor baru kawan-kawan demi menjauh padanya.

Jujur, saya tidak bisa jatuh cinta. Ketika saya jatuh cinta, dunia saya serasa runtuh. Akademik saya jatuh, prestasi saya menurun, hingga kegiatan produktif saya beralih pada galau-galauan saja.

Meredam rasa dengan menjarak

Ketika orang lain jatuh cinta, saya akan menjarak. Ketika saya yang jatuh cinta, tentu saya akan menjarak pula.

Pernahkah kamu mendengar cerita Nabi Yusuf dan Zulaikha ? Dikisahkan bahwa dahulu Zulaikha jatuh cinta pada Nabi Yusuf. Pada suatu kesempatan, para wanita bertahta di istana termasuk Zulaikha sedang mengiris buah apel, kemudian Nabi Yusuf keluar dan melewati mereka. Zulaikha dan wanita lainnya terpukau, hingga tak sadar mereka telah mengiris jari-jarinya dengan pisau.

Hingga Zulaikha yang dirundung cinta, bertindak lebih pada Nabi Yusuf. Boleh dibaca lagi di buku-buku ya, saya ambil ringkasnya doang hehe.

Berkaca pada kisah tersebut, tidak salah saya berkata bahwa cinta adalah malapetaka. Begitupun saya ketika jatuh cinta menyapa sedangkan diri masih menanti si sebenar-benarnya pujaan hati, bahaya. Saya bisa babak belur dibuat cinta, maka jurus yang paling ampuh meredam rasa adalah dengan membuat jarak.
Dibanding merengkuh cintamu, ada cintaNya yang harus digapai”

Jadi, jangan heran ketika saya tiba-tiba menjarak. Menormalkan diri itu susah sekali, harap pahami itu :)

Pict by: Pixabay

Update terbaru, kepo lebih lanjut!:

36 Responses to "Membentang Jarak"

  1. kedamaian itu kadang ramai juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperti di rumah. Ramai, ada adik-kakak, ayah-ibu, kakek-nenek. Ramai, tapi damai :)

      Delete
    2. profil blognya diedit, saya sering salah berkunjung ke yang web id, ternyata yang com

      Delete
    3. owalah, pantes kk jarang muncul lagi untuk blogwalking hehe

      Ternyata profil saya masih yang lama yah, masih yang web.id. hehe makasih kak infonya😅

      Delete
  2. Karena masih kuliah jadi menjaga jarak dengan cinta ya mbak, karena takut nanti pendidikannya kacau karena sibuk galau galauan.😂

    Semoga saja nanti kalo sudah selesai kuliah bisa menemukan cinta, karena hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, begitu kata bang haji Rhoma.😅

    Kirain aku tadinya mau menulis artikel menjarak atau menjaga jarak karena Corona 🤭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Laen euy yang dah nikah. Mana ngerti lagi nih kegalauan anak muda single seperti saya ini wkwk

      Delete
    2. Berarti sebenarnya ada yang disukai tapi takut mengganggu kuliah ya mbak???

      Delete
    3. kok analisisnya kuat sih :v

      Manusia normal, pasti ada rasa suka ya walau sikit-sikit je😂

      Delete
  3. Menjaga jarak saat fokus pada pendidikan dan pekerjaan emang bagus Mbak, biar fokusnya nggak terpecah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul!! Apalagi saya ini tipe orang yang nggak bisa multitasking. Kalo pegang hape dan fokus baca misalnya, diajak ngobrol auto tu orang gak saya gubris. Samalah dengan hal kek gini, gak bisa saya haha

      Delete
  4. Kalo jaga jarak barangkali karena beri waktu buat kita berfikir ulang,sedang jaga jarak krna cinta, barangkali karna ga mau sakit hati yaa, sy pernah baca " jatuh cinta itu kepada siapa kita siap patah hati " krna dengan jatuh cinta kita kudu siap tanggung resikonya, enak dan sakitnya. Duuh kyk udah pengalaman aja saya 😱.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap, kadang saya sering mikir pas jaga jarak sama temen saya "Lho kok saya kesel sih, kok saya marah sih, salah aku tu apa dan bla bla". Pas udah tau titik salahnya, ya udah gitu balikan lagi, baekkan lagi deh sama temen.

      Nah kalo urusan si 5 huruf itu, dah gak ngerti lagi maunya apa. Dah tutup buku, terserahlah gak saya gubris lagi mbak haha

      Sekarang fokus kuliah saja, doakan semoga kuad :")

      Delete
  5. Bener tuh, aku juga pernah mengalami yang namanya masa galauw-galawuan gaje soal cinta-cintaan kok ... , yang ada malah bikin mumet.
    Dan jeleknya, hal lain yang ngga ada sangkut pautnya, jadi ikut jadi korban sasaran gegara kejengkelan pikiran soal cinta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tulisan saya emang fokus ke cintanya yah? Kok pada komen tentang itu, padahal inti topiknya ke jarak lho wkwk

      Yak betul kak, ngeselin amat sih urusan 5 huruf ini. Hufh, gue pengen hidup damai :")

      Delete
    2. Iya tuh tulisan tentang cinta ada kok diatas xi xi xi🤭

      Paling nyaman tuh kalau bisa menemukan seseorang yang sejalan sepikiran dengan kita.
      Jalani hubungannya ngga ribet begini begitunya 😁

      Delete
    3. Mas Himawan bisa aja.🤭

      Delete
    4. T_T duh malu aku dibaca senior-senior blogger wkwk

      Delete
    5. Cerita cinta, padahal sih emang iya :"(

      Delete
  6. perlu di inget, menjaga jarak gak selalu baik, ada kalanya kamu harus dekat.. ada masalah kamu tinggal pergi, gak akan selesei masalahnya :D, cinta.. bingung sendiri gw kalo ngomongin cinta :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uwaww karena yang jauh perlu merapat biar makin dekat wkwk

      Delete
  7. Setuju sekali, adakalahnya memang harus membentangkan jarak
    Sehingga tahu akan kadar posisinya
    Saya juga seperti itu
    Kalau terlalu melipat jarak, bisa jadi justru merana
    mirip kayak di buku itu, dan saya punya bukunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya kudu tau kapan kita harus membentangkan jarak ya kak hehe

      Wah penggemar karya kakek juga rupanya, lanjutkan trilogi ketiganya kak hehe

      Delete
  8. suka banget sama tulisannya <3 sukses selau ya kak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasih kak. Makasih juga dah mampir, sering2 main kesini yak hihi

      Delete
  9. curhatan yang memilih berhenti berharap :(

    ReplyDelete
  10. Replies
    1. Gak baca sampe selesai :"(

      Ini bukan kisah LDR T_T

      Delete
  11. Kalau menjaga jarak untuk meredakan konflik,, saya rasa tergantung dengan pribadi siapa yang sedang berkonlik dengan kita. Ada orang malah semakin menjadi-jadi emosinya ketika kita menghindar.. padahal tujuannya adalah unutk meredakan konflik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih bener, pernah juga nemu orang kek gini. Kalo kita konflik, jgn didiemin tapi deketin dan ajak cerita bareng...

      Ya gitu setiap orang berbeda-beda😊

      Delete
  12. Apakah kita berkebalikan soal jarak tentang cinta? Hhh
    Kl aku pribadi dg jatuh cinta profduktifku meningkat pesat, semangat bgt bawaannya. Apalagi jatuh cinta dg orang yg bisa diajak belajar berbagai hal. Indah banget pokoknya. Hahah
    Tp pas putus cinta? Jarak memang dibutuhkan. Sekuat apapun aku menahan, berdamai dg keadaan, rasanya masih blm bisa menerima. Tp dg patah hati aku alihkan rasa2 itu menjadi motivasi untuk berkarya. Dan ini terbukti. Uhu.. Laah kenapa malah aku curhat. Wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah loh :v

      Iya sih mbak, kadang ada positifnya. Tapi, kalo saya lebih banyak ke negatifnya. Apalagi yang digaris bawahi adalah cinta pada saat sebelum 'married', itu dampak negatifnya buanyek bener.

      Mungkin laen lagi lah yah kalo fall in luv nya sama orang yang tepat wakwakwakkk

      Gua masih kecil ngomong ginian. Duh mana rame pulak yg komen disini, mentang-mentang tentang cinto pada ramai yak😙

      Delete
  13. waduh mb kuskus bahaya kalo lagi jatuh cinta yah, ngaruh kemana2 hehe.
    Padahal kata orang2 cwe tuh paling bisa menyembunyikan kalo lagi jatuh cinta tapi tidak jika patah hati. kebalikan ma cwo

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bahaya, malapetaka bagi saya T_T

      Nah ini sedikit beda dengan cewek pada umumnya. Sya gak bisa nyembunyiinnya, bisa sih ya tapi tulisan saya gak bisa bohong kalo saya sedang jatuh :v

      Delete
  14. Menjaga jarak itu susah, apalagi kalo kita di cari2 terus dan orang itu berada di lingkungan yang sama, aduh aduh.. kdg serba salah

    ReplyDelete

Mari berkomentar dengan sopan, harap memberikan komentar sesuai postingan, dan mohon maaf dilarang menaruh link aktif, dsb. Terima kasih :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel